Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Insinerator untuk Mengendalikan Sampah di Samarinda, Per Unit Harga Mesinnya Mencapai Miliaran

Eko Pralistio • Kamis, 3 April 2025 | 13:59 WIB
TEKAN SAMPAH: Pemkot Samarinda terus berupaya mengatasi lonjakan volume sampah yang meningkat setiap tahunnya.
TEKAN SAMPAH: Pemkot Samarinda terus berupaya mengatasi lonjakan volume sampah yang meningkat setiap tahunnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Pemkot Samarinda terus berupaya mengatasi lonjakan volume sampah yang meningkat setiap tahunnya. Salah satu solusi yang disiapkan adalah penggunaan mesin insinerator, yang diklaim mampu mengurangi ratusan ton sampah per hari.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan bahwa insinerator tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Rencananya, mesin ini ditempatkan di 10 kecamatan untuk mempercepat proses pengelolaan sampah secara efektif.

Untuk mewujudkan itu, Pemkot Samarinda diperkirakan butuh anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk proyek ini, dengan estimasi harga per unit insinerator sekitar Rp 1 miliar.

Menariknya, harga insinerator yang akan didatangkan ke Samarinda jauh lebih hemat dibandingkan dengan insinerator di beberapa kota lain yang mencapai Rp 4,9 miliar per unit.

"Dengan harga lebih ekonomis, sekitar kurang lebih Rp 1 miliar per unit, kami berani mengambil sepuluh unit sekaligus," ujarnya.

Andi Harun menegaskan bahwa insinerator yang akan digunakan memiliki perbedaan dibandingkan dengan yang ada di beberapa kota lain di Indonesia. Namun, secara prinsip, cara kerja insinerator tetap mengandalkan proses pembakaran.

"Prosesnya tetap pembakaran. Hasil pembakaran akan berupa abu, yang nantinya akan dikelola kembali menjadi paving blok," jelasnya.

Nah, abu hasil pembakaran sampah ini akan diolah menjadi paving blok yang dapat digunakan untuk mempercantik kota Samarinda.

Rencana awalnya, paving blok tersebut akan digunakan untuk taman kota dan fasilitas umum lainnya. Jika hasilnya memenuhi standar, paving blok ini bahkan berpotensi memiliki nilai komersial.

"Untuk tahap pertama, kami akan gunakan paving blok ini di lingkungan pemerintahan seperti taman. Ke depan, tidak menutup kemungkinan dapat bernilai komersial," tegas Andi Harun.

Sebelum memutuskan penggunaan insinerator ini, Pemkot Samarinda telah melakukan studi banding ke beberapa kota. Salah satu perbedaan utama yang ditemukan adalah sistem pembuangan asap dan jenis sampah yang bisa dikelola.

"Di beberapa kota lain, cerobong asapnya langsung membuang emisi ke udara. Sementara itu, insinerator kami akan memiliki sistem penyaringan lebih ramah lingkungan, di mana asap akan melewati kolam atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebelum dialirkan ke drainase," timpalnya.

"Selain itu, insinerator yang akan digunakan di Samarinda mampu mengolah hampir semua jenis sampah organik, kecuali beberapa material seperti keramik, botol kaca, bonggol jagung, dan cangkang kelapa," kuncinya. (*)

Editor : Duito Susanto
#sampah Samarinda #wali kota samarinda #andi harun