Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bangun Cold Storage 120 Ton, Pemkot Samarinda Terus Perkuat Ketahanan Pangan Sektor Perikanan

Eko Pralistio • Selasa, 8 April 2025 | 06:00 WIB

STRATEGIS: Pemkot Samarinda terus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan.
STRATEGIS: Pemkot Samarinda terus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemkot Samarinda terus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan.

Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pembangunan fasilitas cold storage berkapasitas 120 ton yang ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir 2025.

Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengendalikan inflasi daerah.

Terutama dari komoditas ikan seperti tongkol dan layang yang kerap mengalami fluktuasi harga akibat keterbatasan penyimpanan.

“Untuk cold storage, kita sedang kejar target. Pada 2024, kami sudah selesaikan bangunan dan kantor pendukung. Tahun ini, insyaAllah, mesin pendinginnya mulai dipasang,” ujar Fauzi.

Nantinya fasilitas tersebut, lanjut dia, akan dilengkapi dengan area bongkar muat ikan yang rencananya dibangun di kawasan Kelurahan Harapan Baru.

Cold storage ini akan dikelola langsung oleh Pemkot Samarinda, berbeda dengan fasilitas serupa di Selili yang pengelolaannya masih melibatkan Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Cold storage di Selili tetap berjalan, tapi yang di Harapan Baru sepenuhnya kita kelola sendiri—dari pembangunan, manajemen hingga operasionalnya. Dengan pengelolaan berbasis Perda Kota, potensi pendapatan bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Sebagai catatan, kata dia, pada tahun lalu Dinas Perikanan mencatat pendapatan sekitar Rp800 juta dari sektor ini. Dengan beroperasinya cold storage baru, Fauzi optimistis angka tersebut akan meningkat tajam.

Menurutnya, fasilitas penyimpanan milik pemerintah akan memangkas biaya operasional dan distribusi ikan beku, yang selama ini masih bergantung pada cold storage milik swasta.

“Selama ini harga ikan mahal karena kita ambil dari penyimpanan swasta. Kalau kita punya sendiri, biaya bisa ditekan,” tuturnya.

Fauzi juga menyebutkan bahwa lokasi pembangunan sudah tersedia dan hanya tinggal penataan akhir.

“Tinggal kita tutup pagar hingga ke kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), nanti akan kita integrasikan. Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah siap digunakan,” pungkasnya.

Pembangunan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga pangan.

khususnya ikan layang dan ikan air tawar seperti haruan yang mudah rusak karena daya simpan yang terbatas.

“Kita harus menyediakan tempat penyimpanan yang mampu memperpanjang masa simpan. Jadi ketika stok menipis, kita masih punya cadangan,” kata Andi Harun. (*)

Editor : Almasrifah
#perikanan #cold storage #Dinas Perikanan #samarinda #pemkot samarinda