Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Miris! Kondisi Murid SD Korban Perundungan di Samarinda: Kencing Berdarah, Perut, Dada, Kepala, dan Leher Bengkak

Eko Pralistio • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:44 WIB

Foto ilustrasi. Perundungan di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (2/5).
Foto ilustrasi. Perundungan di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (2/5).
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Seorang siswi sekolah dasar di Samarinda, mengalami luka fisik dan trauma psikologis setelah dikeroyok oleh sekelompok anak perempuan.

Perundungan tersebut terjadi di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan sempat terekam dalam sebuah video yang beredar luas di beragam platform digital, Jumat (2/5) silam.

Korban kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Hermina Samarinda. Kondisi fisik dan psikisnya yang belum stabil membuat pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan langsung.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim menyatakan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka pada bagian perut, dada, kepala, dan leher korban.

“Korban sempat buang air kecil bercampur darah hingga tiga kali pagi tadi. Karena itu, korban harus menjalani observasi dan rawat inap. Biaya perawatan ditanggung oleh salah satu anggota DPRD Kota Samarinda karena tidak ditanggung oleh BPJS,” kata Koordinator Lapangan TRC PPA Kaltim, Wheni Nurdina, Senin (5/5).

Wheni menambahkan, kawasan Folder Haji Saleh merupakan lokasi yang tergolong rawan. Dalam beberapa waktu terakhir, lokasi tersebut telah berulang kali menjadi tempat terjadinya kasus kekerasan serupa.

Karena itu, TRC PPA mendorong kepolisian agar memberikan perhatian khusus terhadap wilayah tersebut.

“Kami mendampingi keluarga korban untuk menempuh jalur hukum dan memastikan prosesnya berjalan sampai tuntas,” ujar Wheni.

Pihak kepolisian disebut telah dua kali mencoba melakukan pendekatan terhadap korban, namun kondisi psikisnya masih belum stabil.

“Jawaban yang diberikan korban masih berubah-ubah sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan atau berita acara pemeriksaan (BAP),” katanya.

Pada bagian lain, ibu korban, Wati, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh dan masih mengalami trauma berat.

“Perut, dada, kepala, dan lehernya bengkak. Kedua matanya merah dan ia belum bisa diajak berbicara. Saya lebih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan mentalnya,” ujarnya.

Wati berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar tidak terulang pada anak-anak lainnya.

“Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai ada ibu lain yang merasakan hal seperti yang saya alami,” katanya. (*)

Editor : Almasrifah