KALTIMPOST.ID, Sudah tiga hari banjir merendam kawasan permukiman di Jalan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.
Meski air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, Rabu (14/5), ribuan warga masih berjibaku dengan sisa genangan yang belum sepenuhnya hilang.
Lurah Sempaja Timur, Yuliani, mengatakan banjir kali ini cukup luas dampaknya. Berdasarkan data yang dihimpunnya, tercatat 869 kepala keluarga terdampak, dengan total 757 rumah dan 2.585 jiwa.
Genangan air pun bervariasi, dengan ketinggian tertinggi mencapai 125 cm.
“Pada hari ketiga ini, TMA sudah mulai turun. Tapi memang masih ada sejumlah RT yang tergenang. Kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama makanan siap saji,” jelas Yuliani saat ditemui di posko dapur umum, Rabu (14/5).
Sebanyak 1.000 porsi nasi bungkus disiapkan setiap harinya dan dibagikan dalam tiga kali pembagian dalam sehari.
Bantuan ini menjadi tumpuan bagi warga yang tidak bisa memasak di rumah karena dapur tergenang atau aliran listrik yang diputus untuk keamanan.
“Untuk saat ini fokus kami pada konsumsi dan bantuan pokok. Beberapa lansia yang sebelumnya kami evakuasi sudah dikembalikan ke rumah masing-masing karena air sudah mulai surut di beberapa titik,” tambahnya.
Banjir di Bengkuring, kata lurah, terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Namun bukan itu saja, air juga berasal dari limpahan kawasan Jalan Wahid Hasyim yang lebih tinggi posisinya.
Meski sempat disebut akan surut, limpahan itu tertahan karena Sungai Mahakam mengalami pasang.
Akibatnya, air justru mengalir ke wilayah lebih rendah seperti Bengkuring.
“Air ini kayak balik arah. Dari Wahid Hasyim harusnya turun ke sungai, tapi karena Mahakam pasang, malah tertahan dan naik ke kita,” tutur Yuliani.
Sementara itu, Effendy, warga Jalan Terong Pipit 7, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sejak Senin dini hari.
Hingga Rabu siang, ketinggian air di rumahnya masih setinggi lutut hingga paha orang dewasa, meskipun sudah mulai menurun sekitar 60 cm dari titik tertinggi.
“Sekarang tinggal tunggu benar-benar surut. Bantuan makanan sudah datang, tapi kebutuhan lain seperti selimut, obat-obatan, dan air bersih masih belum semua terpenuhi,” ujarnya.
Dalam pantauan media ini, meski genangan mulai surut, sebagian warga masih memilih bertahan di rumah karena khawatir barang-barang mereka hilang.
Ada pula yang terpaksa tinggal di lantai dua rumah atau di rumah kerabat yang tidak terdampak.
BPBD dan dinas terkait masih terus melakukan pemantauan dan evakuasi bila dibutuhkan. Logistik serta membuka dapur umum pun masih aktif berkegiatan.
Editor : Hernawati