KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemandangan tak biasa tampak di aliran Sungai Karang Mumus (SKM), Sabtu (31/5) pagi. Puluhan ketinting dan kapal kecil mondar-mandir membawa muatan tak lazim, tumpukan sampah.
Ratusan warga bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, relawan, mahasiswa, hingga aparat TNI/Polri kompak turun ke sungai memunguti ilung, plastik, hingga stereofoam yang mengapung permukaan air.
Kegiatan bersih-bersih itu dipusatkan di kawasan Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir. Total ada 60 unit perahu, ketinting, dan speedboat yang dikerahkan.
Sampah yang terkumpul mencapai 8 meter kubik atau setara 3 ton. Semua kemudian diangkut ke darat dan dibuang ke TPA dengan truk pengangkut.
Wali Kota Samarinda Andi Harun yang ikut turun langsung menyebut kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, karena ini bentuk ajakan dan mengedukasi warga agar sadar pentingnya menjaga sungai dan lingkungan.
Menurut dia, gotong royong memungut sampah bukan hanya berlaku di SKM, melainkan juga bisa diterapkan di lingkungan masing-masing. "Drainase, parit, pekarangan rumah. Kalau kita saling peduli, maka masalah sedimentasi dan banjir bisa dikurangi," tegasnya.
Kepala DLH Samarinda Endang Liansyah mengakui, sampah kayu dan ilung (tanaman air) masih mendominasi. Plastik memang mulai berkurang, tapi bukan berarti tuntas. Selain bersih-bersih, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke permukiman di sepanjang sungai. "Kesadaran itu kunci. Kalau tak bisa bantu bersihkan, setidaknya jangan buang sampah sembarangan," ucapnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda Boy Leonardo menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni. Total ada sekitar 350 orang yang terlibat, termasuk nelayan.
"Dari DLH sendiri 100 personel. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dari semua elemen," pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie