Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan turap sepanjang 95 meter, sekaligus perbaikan jalan di sekitar lokasi yang mengalami penurunan struktur.
“Progres hingga pertengahan Juni ini sudah mencapai 55 persen. Saat ini, kegiatan yang dilakukan di lapangan berupa pemancangan minipile, terutama di area jalan yang mengalami penurunan,” terang Khanif Priyo Utomo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Turap Polder Air Hitam, saat ditemui Minggu (15/6).
Turap yang dibangun merupakan bagian dari perkuatan struktur sepanjang total 1,2 kilometer yang mengelilingi polder. Sejak awal pembangunan, baru sekitar 150 meter yang tertangani. Artinya, pekerjaan tahun ini baru mencakup sekitar 12 persen dari keseluruhan target lingkar turap.
Khanif mengakui, pembangunan turap di area ini menjadi prioritas lantaran struktur tepi kolam cukup rawan. Apalagi saat dilakukan pengerukan sedimen untuk pemeliharaan, kondisi tebing mudah longsor jika tidak diperkuat.
“Selain untuk perkuatan, turap ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas tampung polder saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Menariknya, pembangunan turap tahun ini relatif tanpa kendala berarti. Hal ini karena lokasi pekerjaan tidak bersinggungan langsung dengan lalu lintas harian maupun jaringan utilitas seperti air dan listrik milik masyarakat.
Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir September 2025. Meski anggaran belum mencakup seluruh panjang polder, pemerintah tetap konsisten mengusulkan tambahan dana setiap tahun.
“Kalau memungkinkan, kami harap kelanjutan proyek ini bisa diusulkan kembali untuk tahun 2026. Dari segi teknis dan waktu pengerjaan, lebih optimal jika dilanjutkan tanpa jeda,” harapnya.
DPUPR juga menekankan pentingnya percepatan proyek ini sebagai bagian dari upaya sistematis Pemkot Samarinda dalam mengurangi potensi banjir yang kerap menggenangi wilayah padat lalu lintas di tengah kota.
“Dengan maksimalnya fungsi polder diharapkan volume air ditampung juga meningkat, sehingga mengurangi genangan baik di Jalan AW Syahranie, simpang flyover Juanda hingga kawasan permukiman Jalan Ir H Juanda dan sekitarnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah