Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ambisi Andi Harun Menatap 2029, Intip yang Akan Dilakukan untuk Penguatan di Samarinda

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 25 Juni 2025 | 06:39 WIB
MENUJU: Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan rencana transformasi kawasan perkotaan melalui program Integrated City Planning for Better Design (ICP-BD).
MENUJU: Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan rencana transformasi kawasan perkotaan melalui program Integrated City Planning for Better Design (ICP-BD).

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Andi Harun dalam presentasi Program Integrated City Planning for Better Design (ICP-BD) bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW). 

ICP-BD merupakan pendekatan perencanaan kota yang terpadu untuk menjawab tantangan urban seperti rendahnya kualitas hidup, belum berkembangnya ekonomi, dan tata ruang yang belum sinkron.

Program itu ditujukan untuk menyatukan lintas sektor, mengidentifikasi kawasan prioritas, serta merancang pembangunan yang layak secara teknis dan finansial.

"Dengan ICP kami bisa merancang kota yang tidak hanya tertata, tetapi juga memberi kehidupan yang layak dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dia juga menekankan bahwa program itu membuka peluang pembiayaan dari berbagai sumber dan memperkuat kapasitas perencanaan daerah.

Tiga kawasan prioritas pembangunan,
pemkot telah menetapkan tiga kawasan prioritas dalam skala 250 hektare. 

Seperti Samarinda Kota yang fokus pada revitalisasi GOR Segiri, Taman Samarendah, dan kawasan pemerintahan. Juga dirancang pengembangan Transit Oriented Development (TOD) serta rencana skytrain dari GOR Segiri ke Pasar Pagi.

Di Samarinda Ilir, kawasan padat dengan berbagai tantangan sosial dan infrastruktur. Perencanaan diarahkan pada penataan sempadan Sungai Karang Mumus serta integrasi tempat penampungan sementara (TPS) menjadi terminal terpadu.

Palaran disiapkan sebagai “Pajusban Palaran City”, mencakup pengembangan permukiman vertikal, infrastruktur rumah tangga, perdagangan, serta pelabuhan penumpang yang bekerja sama dengan PT Pelindo.

Dari hasil penilaian teknis, Samarinda Kota memperoleh skor tertinggi (46), disusul Samarinda Ilir (40), dan Palaran (38). Setiap kawasan dinilai berdasarkan kriteria seperti potensi investasi, kontribusi ekonomi kerakyatan, peran sebagai katalis urban, dan penyelesaian isu perkotaan.

Program ICP-BD juga mengadopsi inspirasi dari kawasan internasional seperti San Antonio Riverwalk (AS), Darwin Waterfront (Australia), hingga Kampung Susun Kunir Jakarta.

Namun, AH menegaskan pentingnya menjaga ciri khas Samarinda, khususnya kawasan tepian Sungai Mahakam.

“Kita belajar dari kota-kota dunia, tapi tetap mengadaptasi sesuai karakter lokal. Salah satu kuncinya adalah keterlibatan masyarakat dan kesiapan untuk relokasi yang adil,” ujarnya.

ICP-BD mencakup tiga tahap utama, seperti identifikasi kawasan, strategi pembiayaan dan implementasi, serta studi kelayakan. Ketiga kawasan prioritas telah melewati kajian mendalam dengan pendekatan berbasis data.

Wali Kota berharap ICP-BD menjadi motor penggerak transformasi kota. “Samarinda tidak hanya harus indah dan tertib, tapi juga menjadi kota yang sejahtera dan membanggakan warganya,” tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#tata kota #berkelanjutan #pemkot samarinda #andi harun