Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Handil Kopi Samarinda Minta PJU, Bertahun-Tahun Gelap-Gelapan

Denny Saputra • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:32 WIB

 

Kawasan Jalan Handil Kopi Kecamatan Sambutan puluhan tahun belum pernah merasakan penerangan jalan umum, Rabu (25/6). (DENNY SAPUTRA/KP)
Kawasan Jalan Handil Kopi Kecamatan Sambutan puluhan tahun belum pernah merasakan penerangan jalan umum, Rabu (25/6). (DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Warga di kawasan Handil Kopi, Kelurahan Sambutan, kembali menyuarakan permintaan lama mereka yakni penerangan jalan umum (PJU). Permukiman yang terbentang di tiga jalan utama, yakni Jalan Handil Kopi, Jalan Bendungan, dan Jalan Gunung Kapur, sejak awal terbentuk lebih dari 20 tahun lalu, belum pernah sepenuhnya tersentuh penerangan jalan.

Ketua RT 14 Kelurahan Sambutan Abdullah mengungkapkan bahwa warga dari tiga RT di wilayah tersebut, RT 13, RT 14, dan RT 15 sudah berkali-kali mengusulkan pemasangan PJU kepada kelurahan. Bahkan dokumen permohonan dan dokumentasi pendukung sudah diserahkan sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan soal realisasinya.

"Jalan di sini sudah dicor. Terbaru, Jalan Gunung Kapur sudah dicor dua tahun lalu, sambung ke Jalan Kapten Soejono. Tapi soal lampu jalan, belum ada satu pun dipasang," ujar Abdullah kepada media, Rabu (25/6).

Baca Juga: Pembangunan PLTSA Samarinda: Studi Kelayakan Capai 70 Persen, Pemkot Masih Selesaikan Persoalan Legalitas Lahan dan Perizinan

Menurutnya, dari hasil pendataan warga, ada setidaknya 22 titik potensial pemasangan PJU yang bisa memanfaatkan tiang listrik yang sudah tersedia. Sayangnya, keberadaan tiang itu belum dibarengi dengan pemasangan lampu penerangan.

Kondisi paling gelap justru terjadi di Jalan Gunung Kapur, yang sekalipun baru dibangun secara fisik, belum mendapat fasilitas penerangan jalan. Hal ini membuat sebagian warga merasa waswas saat harus melintas di malam hari, meskipun sejauh ini belum pernah terjadi tindak kriminal di wilayah itu.

“Warga bukan takut karena ada kejadian, tapi karena gelap, orang jadi ragu lewat. Penerangan bisa menambah rasa aman,” tegas Abdullah. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah kota maupun dinas terkait untuk menindaklanjuti usulan yang sudah dikirimkan.

Menurutnya, penerangan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga keamanan dan kepantasan sebuah kawasan permukiman di tengah kota yang terus berkembang.

“Apalagi wilayah ini terus bertumbuh. Kalau infrastruktur jalannya sudah bagus, semestinya PJU juga jadi prioritas. Kami mohon ini bisa ditanggapi,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Editor : Muhammad Rizki
#samarinda #lampu penerang jalan umum