KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemeriksaan Kesehatan untuk calon peserta didik Sekolah Rakyat.
Pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan pada 14 Juli 2025, sebagai bagian dari tahapan rekrutmen siswa yang difokuskan pada 100 anak dari kalangan tidak mampu.
Plt Kepala Dinas Sosial Samarinda Mochamad Arif Surohman menjelaskan, kegiatan itu melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kesiapan dari sisi teknis maupun fasilitas.
“Pemeriksaan kesehatan direncanakan untuk 100 calon siswa, terdiri dari 50 jenjang SMP dan 50 SMA. Kegiatan akan dipusatkan di satu lokasi agar pelaksanaan lebih efisien,” ungkap Arif.
Mengenai proses seleksi, Arif menegaskan tidak ada prioritas wilayah kecamatan tertentu. Siswa yang diterima adalah mereka yang mendaftar dan memenuhi syarat, tanpa sistem kuota berdasarkan wilayah.
Pemerintah Kota menyiapkan Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim sebagai tempat belajar sementara bagi peserta tahap awal, sembari terus meninjau kebutuhan jangka panjang program tersebut.
"Waktu mulai kegiatan belajar akan diumumkan kemudian, menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat”, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Samarinda Melliyani Agustini menambahkan, pelaksanaan skrining kesehatan dilakukan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Sosial.
“Tes kesehatan bersifat skrining, bukan seleksi. Jadi hasilnya tidak mempengaruhi kelulusan calon siswa. Pemeriksaan mencakup tes umum seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan kebugaran,” jelas Melliyani.
Dinas Kesehatan akan melibatkan sekitar tiga hingga empat puskesmas untuk mendukung pelaksanaan. Lokasi masih dalam tahap finalisasi, namun seluruh tim siap bergerak jika pemeriksaan dilakukan dalam satu hari penuh pada 14 Juli.
Penanggung jawab pelaksanaannya akan menyesuaikan lokasi, misalnya di puskesmas-puskesmas yang terdekat dengan titik kegiatan.
Selain untuk kepentingan skrining, kegiatan itu juga bertujuan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan peserta didik, hal itu mengingat proses pembelajaran nantinya berjalan optimal tanpa hambatan medis.
Seluruh bidang dalam Dinas Kesehatan terlibat dalam kegiatan tersebut, seperti bidang Kesmas, Sumber Daya Kesehatan (SDK), Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), hingga alat kesehatan, sebagai bentuk kolaborasi lintas bidang untuk mendukung suksesnya program Sekolah Rakyat di Samarinda.
Editor : Dwi Restu A