Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

  Musyawarah Besar IX Kenyah Lepoq Tukung: Satukan Persepsi, Bangun SDM Dayak di Era IKN

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 11 Juli 2025 | 15:31 WIB

 

KEBERSAMAAN: Ratusan tokoh adat dan warga Dayak Kenyah Lepoq Tukung menghadiri Mubes IX dan Pekenoq Udip di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim.
KEBERSAMAAN: Ratusan tokoh adat dan warga Dayak Kenyah Lepoq Tukung menghadiri Mubes IX dan Pekenoq Udip di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ratusan tokoh adat dan perwakilan masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Tukung dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga DKI Jakarta berkumpul di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim. Mereka hadir dalam rangkaian Musyawarah Besar (Mubes) IX dan Pekenoq Udip Dayak Kenyah Lepoq Tukung.

Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim, Viktor Yuan menegaskan bahwa mubes ini menjadi momentum penting untuk regenerasi kepemimpinan adat, serta konsolidasi budaya dan sumber daya manusia suku Kenyah Lepoq Tukung di tengah arus pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Agenda utama mubes ini adalah mencari figur terbaik yang akan menggantikan mendiang Bapak Balan Tingai sebagai ketua umum. Ini juga momentum menyatukan kembali arah perjuangan kita agar tidak tertinggal di rumah sendiri,” ujar Viktor Yuan, Kamis (10/7).

Menurut Viktor, selain pemilihan ketua umum baru, mubes juga dirangkai dengan seminar dan diskusi peningkatan kapasitas, khususnya dalam penguatan SDM Kenyah yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Kita harus berkompetisi dalam kualitas manusia. Tidak bisa hanya mengandalkan budaya sebagai warisan, tapi juga harus menjadi kekuatan masa depan,” ujarnya.

Tema besar kegiatan adalah Pabeka Ngan Tiga Tawei, diangkat sebagai simbol semangat persatuan yang menjadi pondasi untuk melangkah bersama. Dalam bahasa Kenyah, frasa ini bermakna bersatu dengan keyakinan bersama.

“Tanpa bersatu, kita tidak bisa maju. Bila kita bisa ‘pebeka’ atau bersatu, maka apa yang kita harapkan akan tercapai,” jelas Viktor.

Ia menekankan bahwa tantangan utama suku Kenyah saat ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga memastikan generasi mudanya mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan Kaltim. Terlebih dengan hadirnya IKN di wilayah mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Viktor Yuan juga menanggapi pernyataan Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang sebelumnya menyampaikan rencana peningkatan skala Festival Budaya Dayak Kenyah di Pampang menjadi berskala internasional pada 2026.

“Kami sangat bangga. Wacana menjadikan Festival Budaya Dayak sebagai agenda internasional menunjukkan adanya pengakuan atas nilai budaya lokal. Kami mendukung penuh,” tutur Viktor.

Festival tahunan di Desa Budaya Pampang yang selama ini menjadi ikon budaya Dayak Kenyah direncanakan akan mengundang delegasi dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara sahabat yang memiliki hubungan budaya.

“Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai adat kita bisa menjadi jembatan diplomasi budaya. Harapannya, pemimpin daerah lain bisa mengikuti jejak pemikiran Pak Wali Kota Samarinda,” imbuhnya.

Mubes IX Kenyah Lepoq Tukung dihadiri perwakilan dari Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kalimantan Utara, bahkan komunitas Dayak di Jakarta. Ketua Panitia, Ajat Seli, memastikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan visi lintas kabupaten/kota.

“Kita ingin semua kenyah Lepoq Tukung, di mana pun berada, bisa seirama dalam langkah. Jangan sampai kita yang tuan rumah di Kaltim justru tertinggal dari suku lain dalam hal kontribusi pembangunan,” ujar Ajat.

Musyawarah akbar ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid, mewakili suara dan aspirasi masyarakat adat Dayak Kenyah Lepoq Tukung, serta siap menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya yang telah mengakar kuat sejak lama. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kaltim #Adat #MUBES #Dayak Kenyah