Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tes Medis Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda Diperiksa, Ini Gangguan Kesehatan yang Disorot

Denny Saputra • Senin, 14 Juli 2025 | 18:45 WIB

AMBIL DARAH: Salah seorang siswa SR menjalani skrining kesehatan di Stadion Segiri Samarinda, Senin (14/7). (DENNY SAPUTRA/KP)
AMBIL DARAH: Salah seorang siswa SR menjalani skrining kesehatan di Stadion Segiri Samarinda, Senin (14/7). (DENNY SAPUTRA/KP)


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat (SR) di Samarinda mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh, Senin (14/7). Mereka terdiri dari 50 siswa jenjang SMP dan 50 siswa SMA yang saat ini belajar di sekolah sementara, gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim.

Pemeriksaan berlangsung di Stadion Segiri dan menjadi bagian dari rangkaian tahun ajaran baru yang disiapkan oleh Pemkot Samarinda. Pemeriksaan yang melibatkan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda itu mencakup belasan item. Mulai dari skrining gizi, tekanan darah, anemia, diabetes, hepatitis, telinga, mata, gigi, hingga kebugaran jasmani.

Tak ketinggalan, siswa juga diperiksa untuk penyakit seperti frambusia, kusta, hingga scabies. Bahkan, ada skrining kesehatan jiwa untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan mental.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan para peserta didik memiliki kondisi kesehatan yang optimal. Dengan begitu, saat proses belajar-mengajar dimulai, mereka bisa mengikuti secara maksimal,” terang Budy Setiawan, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Samarinda, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, beberapa kondisi seperti gangguan penglihatan dan pendengaran sering kali tidak terdeteksi sejak awal, padahal sangat memengaruhi kemampuan siswa dalam menerima pelajaran. “Anak-anak dengan gangguan ini biasanya perlu penanganan khusus. Misalnya, harus duduk di barisan depan agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” jelasnya.

Budy menyebutkan, tim kesehatan juga memberi perhatian khusus kepada siswi, terutama untuk pemeriksaan kadar hemoglobin (HB). Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan seperti anemia, yang bisa membuat siswa cepat lelah dan sulit konsentrasi.

“Selain tim dari dinas, kami juga melibatkan lima puskesmas. Yakni Puskesmas Baka, Temindung, Wonorejo, Remaja, dan Segiri. Bahkan, kami siapkan unit dan tim Doctor on Call dari PSC 119 untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Ia menyebut sinergi lintas sektor ini menjadi bentuk konkret apresiasi terhadap inisiasi Sekolah Rakyat. “Anak-anak ini perlu pendampingan menyeluruh. Tak hanya pendidikan, tapi juga kesehatannya. Ini komitmen kami,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Samarinda