Salah satu sektor yang terdampak signifikan adalah distribusi energi, termasuk pasokan elpiji 3 kg bersubsidi dan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Sungai yang menjadi satu-satunya jalur transportasi utama kini tak lagi bisa dilayari kapal bermuatan besar akibat surut yang ekstrem.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan, yang selama ini mengandalkan jalur air untuk menyalurkan energi ke sejumlah kecamatan terpencil seperti Long Apari dan Long Pahangai.
Meski menghadapi kendala alam, Pertamina tetap berkomitmen menjaga distribusi energi agar tidak terputus.
“Surutnya Mahakam menjadi tantangan logistik serius, tapi kami tidak tinggal diam. Distribusi tetap kami jalankan meski harus lebih kompleks dan bertahap,” ujar Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan, Rabu (30/7).
Untuk memastikan LPG tetap sampai ke tangan warga, Pertamina bersama mitra agen melakukan skema distribusi estafet.
Muatan dari kapal besar dipindahkan ke perahu-perahu kecil yang masih bisa melintasi jalur dangkal menuju titik akhir.
Upaya ini dilakukan secara intensif, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mahulu yang ikut membantu mencarikan solusi darurat.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa pihaknya kini juga tengah menguji jalur darat sebagai alternatif pengiriman energi, terutama ke Long Pahangai.
Distribusi menggunakan kendaraan medan berat menjadi opsi yang realistis di tengah tantangan cuaca dan geografis. Dari sana, pasokan dilanjutkan dengan perahu kecil ke Long Apari.
“Langkah ini diharapkan bisa menekan keterlambatan pengiriman dan mencegah lonjakan harga di lapangan,” terangnya.
Dalam kondisi yang serba terbatas, Pertamina Patra Niaga tetap berupaya menjaga ketahanan energi, termasuk untuk wilayah kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Mahulu.
Komitmen tersebut, menurut Edi, bukan sekadar soal bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. “Ini Upaya kami dalam menjamin akses energi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah