Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cuaca Panas Picu Penurunan Air Sungai Mahakam, Kaltim Tetapkan Status Siaga Darurat hingga Desember 2025

Denny Saputra • Kamis, 31 Juli 2025 | 18:31 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso

KALTIMPOST.ID-Cuaca panas yang melanda Kaltim mulai menunjukkan dampaknya.

Salah satu yang paling terasa adalah penurunan tinggi muka air Sungai Mahakam, yang berimbas langsung pada distribusi logistik di sejumlah wilayah. Tak hanya bahan pangan, pendistribusian energi juga ikut terganggu.

Mengantisipasi situasi yang makin mengkhawatirkan, Pemprov Kaltim resmi menerbitkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah dan kering.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.212/2025 yang ditandatangani di Samarinda pada 28 Juli 2025.

Masa berlaku status darurat ini dimulai sejak 7 Juli hingga 31 Desember 2025.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso menjelaskan, sejak cuaca ekstrem mulai terjadi, pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas sektor.

Terutama untuk mengantisipasi risiko kekeringan dan potensi kebakaran lahan di wilayah rawan.

“Untuk wilayah yang aliran air bersihnya tersendat, kami kolaborasi dengan Damkar dan PDAM untuk suplai air. Itu sudah sering kami lakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Suwarso yang juga Plt Asisten I Sekkot Samarinda, Kamis (31/7).

Hingga akhir Juni lalu, kata Suwarso, laporan dari PDAM menyebut sumber air baku relatif aman.

Meski begitu, dia menegaskan pentingnya memantau terus kondisi lapangan agar siap menghadapi kemungkinan terburuk.

“Kita juga mengantisipasi potensi intrusi air laut, tapi sejauh ini masih dalam batas aman,” imbuhnya.

Suwarso menyebut, berdasarkan laporan prediksi dari BMKG, masa kemarau di Kaltim diperkirakan berlangsung sekitar 2,5 bulan ke depan.

Maka, Pemkot Samarinda akan menggelar rapat koordinasi internal dalam waktu dekat untuk merespons potensi ancaman yang muncul.

“Kami siapkan skenario mitigasi jika terjadi kebakaran lahan besar. Selama ini sudah berjalan, dengan kolaborasi relawan, Damkar-PDAM untuk suplai air pemadaman. Tapi perlu penyamaan persepsi lagi agar penanganan lebih efektif,” sebutnya.

Suwarso mengimbau masyarakat agar tak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, kebiasaan itu berisiko memperparah kualitas udara.

Mengingat keterbatasan dari sisi armada dan personel. “Kalau kebakaran terjadi bersamaan di banyak titik, kita akan kewalahan,” pungkasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#Siaga Darurat #sungai mahakam #Cuaca Panas 2025 #Musim kekeringan #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #status siaga