Menanggapi situasi tersebut, Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, bersama jajarannya turun langsung melakukan pembersihan pada Jumat (8/8) pagi. Kegiatan ini, kata Aditya, merupakan aksi simbolis yang menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan kawasan.
"Ini bukan berarti kami baru bergerak hari ini saja. Sebelumnya pembersihan rutin sudah dilakukan. Hanya saja, sejak pembangunan trotoar selesai oleh Dinas PUPR-Pera Kaltim, aktivitas pedagang juga bertambah dan mempengaruhi jumlah sampah yang berserakan," jelasnya.
Aditya mengungkapkan, pihaknya telah memberi masukan agar fasilitas tempat sampah ditambah sesuai konsep penataan kawasan. Namun, desain trotoar dan bangku membuat penempatan tong sampah menjadi tantangan, karena dikhawatirkan mengganggu estetika. "Pengadaannya sudah diakomodir oleh pihak provinsi dan saat ini dalam tahap proses," ujarnya.
Tingginya animo masyarakat untuk beraktivitas di lokasi ini, mulai dari jogging sore hingga nongkrong malam, semakin memperbesar potensi timbunan sampah. "Kami sudah mengimbau warga untuk membawa pulang sampahnya. Tapi pada akhirnya pemerintah yang harus menyiapkan sarana kebersihannya," tambahnya.
Selain soal sampah, Aditya menyinggung aktivitas UMKM yang memanfaatkan trotoar dan area publik tersebut pada malam hari. Menurutnya, meski memberi warna pada suasana kota, penggunaan fasilitas itu untuk berjualan tidak sesuai peruntukan. "Kami tidak ingin mematikan usaha warga, tapi perlu pengaturan. Sudah kami koordinasikan dengan Satpol PP," tegasnya.
Rencananya, pelaku UMKM akan diarahkan ke lahan kosong di dekat kelurahan yang bisa disewakan. Dengan begitu, aktivitas usaha tetap berjalan, namun aspek kenyamanan, parkir, dan kebersihan kawasan tetap terjaga. "Silakan orang menikmati suasana Jalan APT Pranoto, tapi harus tertib," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani