Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dinas Lingkungan Hidup Samarinda Bakal Evaluasi untuk Gelaran Selanjutnya, Lonjakan Sampah Warnai Pawai Budaya Nusantara

Eko Pralistio • Minggu, 24 Agustus 2025 | 15:44 WIB
MASALAH TAHUNAN: Pemandangan tumpukan plastik, kertas bungkus hingga alas duduk berserakan di sepanjang rute pawai sudah sering terjadi.
MASALAH TAHUNAN: Pemandangan tumpukan plastik, kertas bungkus hingga alas duduk berserakan di sepanjang rute pawai sudah sering terjadi.

SAMARINDASamarinda kembali disibukkan dengan urusan sampah setelah kemeriahan Karnaval Budaya Nusantara berakhir.

Pemandangan tumpukan plastik, kertas bungkus hingga alas duduk berserakan di sepanjang rute pawai menyisakan pekerjaan rumah yang tak kecil. Fenomena itu berulang, bahkan dengan volume lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Endang Liansyah melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah, Boy Leonardo Sianipar, membenarkan volume sampah tahun ini di perhelatan pawai terjadi peningkatan.

“Di luar dugaan, sampah lebih banyak dari tahun lalu, sekitar 2 ton lebih,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (24/8).

Lonjakan sampah dipicu meningkatnya antusiasme masyarakat yang menonton pawai serta bertambahnya jumlah pedagang di sepanjang rute. “Antusiasme warga sangat tinggi. Kami senang karena di tengah berbagai masalah, mereka masih mau meramaikan. Tapi dampaknya volume sampah ikut naik. Kami akan evaluasi kembali," jelasnya.

DLH mengakui, evaluasi perlu dilakukan. Tahun depan, pemerintah berencana menempatkan tempat pembuangan sampah (TPS) portabel di sejumlah titik strategis di rute pawai.

“Agar sampah tidak ditinggal. Habis makan atau minum bisa langsung dibuang ke TPS. Tahun ini banyak yang ditinggal, termasuk alas duduk,” kata Boy.

Upaya lain yang dirancang adalah sosialisasi soal kesadaran membuang sampah melalui spanduk dan materi digital sebelum acara berlangsung. “Tahun ini belum ada edukasi khusus soal sampah. Nanti kami coba tambahkan disclaimer bebas sampah di baliho dan spanduk pawai,” ujarnya.

Menurut Boy, permasalahan itu bukan semata kesalahan pedagang. Mereka kerap kewalahan melayani pembeli saat acara berlangsung. Oleh karena itu, kolaborasi semua pihak dibutuhkan agar pawai budaya ke depan bisa tetap meriah tanpa meninggalkan masalah kebersihan.

Sepanjang 400 meter dari panggung utama di Taman Samarendah saja, sampah yang diangkut mencapai dua truk penuh. “Tidak terlalu berat karena mayoritas plastik, lidi, dan kertas bungkus, tapi paling banyak di rute tersebut” ujarnya. Pasca-pawai, DLH mengerahkan 325 petugas kebersihan untuk membersihkan rute sejauh 5 kilometer.

“Dua jam selesai. Kami sudah tahu apa yang harus dilakukan karena ini selalu jadi tantangan setiap tahun,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#nusantara #pawai #sampah #samarinda