Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemerintah Diminta Tegas Soal Aturan Kawasan Tanpa Rokok, Ternyata Samarinda Belum Maksimal

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 4 September 2025 | 18:12 WIB
Sri Puji Astuti
Sri Puji Astuti

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyoroti fenomena pengendara motor yang merokok di jalan umum serta beberapa tempat yang sejatinya dilarang. Menurutnya, selain mengganggu kenyamanan, tindakan tersebut juga berpotensi membahayakan orang lain.

“Kalau orang merokok di motor, otomatis abunya bisa kena orang. Puntungnya bisa mengenai orang. Kalau masih menyala, bisa menyebabkan iritasi dan luka,” ujarnya, Selasa (2/9).

Puji menekankan, merokok adalah hak pribadi, namun perlu dibarengi dengan etika dan kesadaran terhadap dampaknya bagi orang sekitar. Terlebih Samarinda telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mengatur tempat-tempat khusus untuk merokok.

“Bukan dilarang, tapi dianjurkan untuk merokok pada tempatnya. Tidak boleh di fasilitas publik, seperti rumah sakit, sekolah, fasilitas olahraga, atau kantor-kantor. Juga tidak boleh di dekat anak-anak,” tegasnya.

Dia menilai, sosialisasi Perda KTR selama ini masih kurang maksimal. Apalagi masih banyak iklan rokok yang terpampang di jalan protokol hingga dekat sekolah dan rumah sakit. “Seakan-akan pemerintah setengah hati. Baru sibuk menata ketika ada penilaian kota sehat, kota layak huni, atau kota layak anak,” imbuhnya.

Selain rokok konvensional, Puji juga menyoroti tren rokok elektrik (vape) yang kian ramai digunakan anak muda. Ia khawatir, vape dipandang sebagai simbol gaya hidup kelas menengah ke atas, padahal berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan bahkan membuka jalan ke penyalahgunaan narkoba.

“Anak muda merasa keren kalau punya vape. Padahal liquid-nya mengandung bahan kimia berbahaya. Orang dewasa harus memberikan contoh, bukan hanya melarang,” tegasnya.

Puji juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok orang tua akan ditiru oleh anak-anak di rumah. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat lebih sadar dan pemerintah serius menyiapkan ruang hidup sehat.

“Kalau orang dewasa sudah terlanjur, ya jangan sampai menjadi contoh buruk bagi anak dan cucu. Berikan teladan yang baik,” pungkasnya.

Editor : Dwi Restu A
#kawasan tanpa rokok #tegas #samarinda