KALTIMPOST.ID, Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, tak bisa dilepaskan dari julukan “Kota Tepian”.
Julukan ini bukan tanpa alasan, sebab kehidupan masyarakat Samarinda sejak dulu begitu erat kaitannya dengan keberadaan sungai.
Bukan hanya menjadi jalur transportasi dan perdagangan, sungai-sungai yang membelah kota ini juga menyimpan nilai sejarah, budaya, hingga menjadi penopang utama ekosistem.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda tahun 2024, terdapat sejumlah sungai utama yang mengalir di wilayah kota ini dengan panjang yang bervariasi.
Sungai Karang Mumus menjadi yang terpanjang, membentang hingga 25 kilometer, sekaligus menjadi sungai yang paling sering menjadi sorotan publik.
Sungai ini mengalir melintasi permukiman padat dan kerap dikaitkan dengan isu lingkungan seperti pencemaran, banjir, serta tata kelola kota.
Tak kalah penting, Sungai Mahakam yang panjangnya mencapai 20 kilometer di wilayah Samarinda, masih menjadi “urat nadi” utama bagi masyarakat.
Sungai besar ini sejak ratusan tahun lalu menjadi jalur perdagangan penting, penghubung antar wilayah, serta saksi sejarah perkembangan Samarinda dari kampung kecil hingga menjadi kota metropolitan di Kalimantan Timur.
Selain dua sungai besar itu, terdapat pula deretan sungai lain yang turut memperkaya bentang geografis Samarinda.
Sungai Karang Asam Besar tercatat sepanjang 8,53 km, Sungai Muang sepanjang 6,8 km, serta Sungai Langsat atau Karang Asam Kecil yang memiliki panjang 5,5 km.
Di sisi lain, Sungai Bayur juga memiliki panjang serupa yaitu 5,5 km, sedangkan Sungai Pampang Kanan mencapai 4,8 km dan Pampang Kiri sepanjang 2,8 km.
Baca Juga: 4 Prompt AI Miniatur Bareng Idola K-Pop atau Bintang Sepak Bola Pakai Google Gemini Nano Banana
Cara Menjaga Sungai Agar Tetap Bersih
Sungai merupakan sumber kehidupan bagi jutaan orang mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pertanian dan industri.
Tapi faktanya, banyak sungai kita kini berubah jadi tempat pembuangan sampah dan limbah.
Dikutip dari environment-indonesia.com terdapat 8 langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kebersihan sungai dan kelestarian air bersih:
- Daur Ulang, Jangan Buang ke Sungai
Sampah rumah tangga yang tidak didaur ulang sering berakhir di sungai. Puntung rokok, plastik, dan kaleng bisa mencemari air dan membahayakan makhluk hidup di dalamnya. Daur ulang adalah langkah awal menjaga sungai tetap bersih.
- Kurangi Bahan Kimia di Rumah
Penggunaan deterjen, pestisida, atau pemutih secara berlebihan dapat mencemari air saat limbahnya mengalir ke sungai. Pilih produk ramah lingkungan agar aliran sungai tetap sehat.
- Buang Limbah Berbahaya dengan Benar
Jangan pernah membuang oli, cat, atau bahan kimia ke saluran air. Limbah ini akan terbawa ke sungai dan mencemari air untuk waktu yang sangat lama. Gunakan tempat pembuangan limbah resmi.
- Gunakan Air Secukupnya
Penggunaan air berlebih bisa mengganggu siklus air dan mengurangi debit air sungai di musim kemarau.
Mandi seperlunya, tutup keran saat tidak digunakan, dan hindari mencuci mobil dengan selang air mengalir.
Baca Juga: Begini Cara Bikin Foto AI Miniatur Viral dan Lucu, Anak Bisa Jadi Dokter atau Astronot
- Bersihkan Area Sungai
Ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih sungai atau lakukan secara mandiri. Sampah di bantaran sungai bisa terbawa arus dan memperparah pencemaran. Edukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga sungai bisa dimulai dari sini.
- Tanam Pohon di Sekitar Sungai
Pohon di sekitar sungai berperan sebagai penyaring alami. Akar pohon mencegah erosi dan menjaga kejernihan air. Menanam pohon berarti investasi jangka panjang untuk kelestarian sungai.
- Edukasi Lingkungan ke Warga Sekitar
Banyak warga yang belum paham dampak dari membuang sampah atau limbah ke sungai.
Jika kamu tahu, ajak masyarakat sekitarmu untuk peduli dan bersama-sama menjaga kebersihan sungai.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Tender dan E-Purchasing untuk Capai Target Anggaran
- Mulai dari Diri Sendiri
Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Tunjukkan bahwa kamu peduli dengan sungai dan lingkungan. Jadilah contoh nyata di lingkungan tempat tinggalmu. ***
Editor : Dwi Puspitarini