KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Terhitung mulai Kamis (11/9), Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Jalan Nusyirwan Ismail (ringroad 2) Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Pinang, resmi dipindahkan. TPS baru kini menempati bangunan di RT 27, tepatnya di samping Jalan Ramania 2, masih dalam wilayah Kelurahan Lok Bahu.
Lurah Lok Bahu Saipul Anuar membenarkan pemindahan lokasi tersebut setelah mendapat konfirmasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda serta DPUPR Samarinda. Titik terbaru merupakan bangunan permanen yang dibangun pemkot sejak tahun lalu. “Mulai hari ini TPS itu sudah dipindahkan Kemarin rencananya pindah Rabu, tapi karena ada penilaian Adipura, jadinya geser hari Kamis,” ujarnya, Kamis (11/9).
Menurut Saipul, warga sudah diinformasikan sejak beberapa hari sebelumnya. Pengumuman juga ditempelkan di TPS lama agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi sebelumnya. Untuk TPS yang lama nanti dibersihkan Sabtu bersama warga lewat gotong royong. “Karena itu lahannya hanya pinjam warga, jadi kita kembalikan,” singkatnya.
Berbeda dengan lokasi lama yang penggunaannya dibatasi untuk beberapa RT, TPS baru terbuka untuk umum. Pasalnya, lahan tersebut milik pemerintah sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga. Sejumlah sarana juga dipindahkan dari TPS lama, termasuk dua hingga tiga bak sampah yang saat ini sedang ditata ulang.
“Bak sampahnya nanti ditaruh di TPS baru. Karena di belakang TPS itu ada rencana insinerator komunal. Jadi fasilitasnya disesuaikan,” terangnya.
Meski begitu, fasilitas insinerator tersebut belum beroperasi penuh. Saipul menyebut masih menunggu tindak lanjut dari DLH, termasuk soal rekrutmen tenaga pengelola. “Mungkin nanti DLH yang memberdayakan warga sekitar, tapi belum ada instruksi resmi. Jadi kita menunggu,” tambahnya.
Saipul juga mengingatkan agar masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan. Ia menekankan pentingnya membuang sampah hanya di tempat yang sudah disediakan pemerintah. “Harapannya warga jangan lagi buang sembarangan. Kita sudah siapkan TPS yang baru, tolong dimanfaatkan. Karena kalau sampah menumpuk di jalan, pasti mengganggu,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani