KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kasus bunuh diri di Kalimantan Timur cukup memprihatinkan. Sepanjang Januari–September 2025, tercatat 38 kasus dengan rentang usia korban mulai remaja hingga lansia.
Merespons situasi ini, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Samarinda meluncurkan layanan anti bunuh diri 24 jam.
Baca Juga: Olla Ramlan Siap Pecahkan Malam di Celcius Samarinda
Masyarakat yang mengalami tekanan mental, kecemasan, atau berada dalam situasi krisis bisa menghubungi saluran siaga di 0811-5800-8887. Layanan ini juga terbuka untuk keluarga dan kerabat yang membutuhkan bantuan.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJD, Fauziah Andriyani, menegaskan layanan ini bukan hanya pencegahan, tetapi juga terapi.
“Karena kami rumah sakit jiwa, lebih tepat disebut layanan anti bunuh diri. Kalau hanya pencegahan, pasien bisa kambuh ketika stresornya muncul,” jelasnya.
Saluran siaga menyediakan layanan konseling via pesan, intervensi langsung, hingga pendampingan rehabilitasi jangka panjang. Dalam kondisi darurat, tim siap menjemput pasien agar segera mendapat perawatan.
Fauziah mengingatkan, banyak masyarakat masih ragu mencari pertolongan. “Harapan kami, jangan tunggu sampai parah. Jika merasa ada tanda-tanda tekanan mental, segera hubungi layanan kami,” tegasnya.
Peluncuran layanan ini juga bertepatan dengan Hari Anti Bunuh Diri Sedunia 10 September. RSJD berharap masyarakat semakin peduli pada isu kesehatan mental dan bersama-sama menekan angka bunuh diri di Kaltim. (*)
Editor : Ery Supriyadi