KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan rencana pemasangan listrik PLN untuk Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota segera rampung. Dalam waktu dekat, fasilitas publik di pusat perdagangan legendaris ini akan teraliri listrik secara penuh.
Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas menyebut persiapan teknis sudah matang. Pihaknya menargetkan dalam satu hingga dua hari ke depan, jaringan listrik sudah dapat diuji coba.
“Semua fasilitas publik sudah terpasang listrik. Kita minta satu-dua hari ini mereka harus coba,” ujarnya, Jumat (19/9). Menurutnya, pemasangan listrik kali ini difokuskan pada area fasilitas publik. Mulai dari musala, toilet, hingga eskalator dipastikan akan dialiri listrik dan biayanya ditanggung pemerintah.
“Artinya dalam kios pedagang sudah ada lampu. Untuk ruang publik, musala, toilet juga ada lampu. Listrik eskalator kita yang tanggung,” jelasnya. Marnabas menegaskan, tidak ada pungutan tambahan kepada pedagang. Anggaran pemasangan ditanggung Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda.
Namun, bila pedagang ingin menambah fasilitas pribadi di kios masing-masing, hal itu menjadi tanggung jawab mereka sendiri. “Kalau pedagang mau pasang kipas angin, dispenser, atau tambahan lain, itu di luar tanggungan pemerintah. Mereka pasang kilometer sendiri,” terangnya.
Kebijakan ini sekaligus menepis keresahan pedagang terkait biaya tambahan. Pemkot memastikan tidak ada pungutan liar dalam proses pemasangan listrik. “Pemerintah yang menanggung untuk fasilitasnya. Tidak ada pungutan,” pungkasnya.
Sebagai informasi bangunan pasar Pagi enam lantai saat ini, pembangunannya memasuki tahap akhir. Dinas Perdagangan sebagai OPD yang membina pedagang di sana tengah menyusun jadwal pengundian lapak bagi para pedagang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo