KALTIMPOST.ID, Kalau ngomongin soal Kalimantan Timur (Kaltim), Sungai Mahakam pasti jadi salah satu ikon yang langsung terlintas di pikiran.
Sungai ini bukan cuma aliran air biasa, tapi sudah jadi nadi kehidupan yang vital bagi Bumi Etam selama ratusan tahun.
Sejak zaman kerajaan kuno hingga kini, Mahakam adalah saksi bisu perkembangan peradaban, jalur utama transportasi, dan sumber kehidupan bagi masyarakat.
Meskipun kini dipenuhi dengan lalu lintas tongkang batubara dan menghadapi berbagai ancaman lingkungan, perannya sebagai urat nadi ekonomi dan identitas Kaltim tidak pernah hilang.
Berikut ini fakta menarik Sungai Mahakam yang wajib kamu tau!
- Sungai Terbesar dan Nadi Kehidupan
Dengan panjang sekitar 920 kilometer, Mahakam adalah sungai terbesar di Kaltim.
Ia membelah provinsi ini dari barat ke timur, dan jadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, ekosistem, serta sejarah di Bumi Etam.
Jika dibandingkan dengan wilayah Borneo lebih luas lagi, Sungai Mahakam jadi sungai terpanjang ketiga di Kalimantan setelah Sungai Kapuas dan Barito.
- Mengalir Melintasi Lima Wilayah
Sungai Mahakam berhulu di Pegunungan Müller, lalu mengalir melintasi lima wilayah. Mulai dari Kabupaten Mahakam Ulu yang alamnya masih asri dan jadi rumah bagi komunitas adat Dayak.
Hingga ke Kabupaten Kutai Barat yang menjadikannya jalur transportasi dan sumber makanan.
Perjalanan sungai berlanjut melintasi Kabupaten Kutai Kartanegara, tempat peradaban kuno seperti Kerajaan Hindu tertua di Indonesia, Kutai Martadipura, pernah berdiri.
Mahakam lalu sampai di Kota Samarinda, Ibu Kota Kaltim yang tumbuh di tepian Mahakam, sebelum bermuara di Selat Makassar. Sebagian anak sungainya juga mengalir di Kabupaten Kutai Timur.
- Rumah Bagi Pesut Langka
Salah satu hal paling unik dari Mahakam adalah keberadaan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Mamalia air tawar ini sangat langka dan terancam punah.
Kehadiran mereka jadi pengingat betapa pentingnya menjaga kelestarian sungai ini. Saat ini habitatnya berada di Desa Pela Kabupaten Kutai Kartanegara.
- Lumbung Ikan Air Tawar Terbesar
Mahakam juga dikenal sebagai sumber pangan bagi masyarakat lokal. Lebih dari 147 spesies ikan air tawar hidup di sini, seperti ikan patin, baung, belida, dan toman.
Tak heran, sungai ini jadi pusat aktivitas nelayan tradisional, terutama di kawasan danau seperti Danau Jempang, Semayang, dan Melintang.
- Jalur Transportasi Utama
Saat akses darat masih terbatas di pedalaman, Mahakam sudah jadi jalur transportasi utama selama ratusan tahun.
Kapal barang, perahu, dan ponton pengangkut batu bara adalah pemandangan sehari-hari.
Bagi warga di hulu, sungai ini berfungsi sebagai "jalan tol" yang menghubungkan desa ke kota, sekaligus menggerakkan ekonomi.
Menghadapi Ancaman Serius
Namun, di balik perannya yang vital, Sungai Mahakam menghadapi masalah serius. Mulai dari pencemaran limbah industri, penambangan batu bara, hingga alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit.
Jika tidak ditangani serius, masalah ini bisa menyebabkan hilangnya spesies endemik, penurunan kualitas air, dan bencana lingkungan.
Sungai Mahakam bukan sekadar sumber air, tapi identitas dan warisan Kalimantan Timur.
Menjaganya berarti menjaga kehidupan, budaya, dan masa depan. Pemerintah, masyarakat, dan perusahaan harus bekerja sama untuk memastikan Mahakam tetap lestari dan mengalir bersih. ***
Editor : Dwi Puspitarini