Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teror Perompak di Sungai Mahakam Terus Terjadi, Minta Paksa BBM hingga Aniaya Kru Kapal

D
Penulis: Dwi Restu A❯

MERESAHKAN: Para perompak di Sungai Mahakam meminta BBM secara memaksa, bahkan sampai menganiaya.


Advertisement

MERESAHKAN: Para perompak di Sungai Mahakam meminta BBM secara memaksa, bahkan sampai menganiaya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aksi brutal di perairan Sungai Mahakam kembali membuat geger. Sebuah video berdurasi 1 menit 4 detik yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan di atas kapal tunda (tugboat) viral di media sosial. 

Peristiwa itu terjadi di kawasan Harapan Baru, Senin (29/6) sekitar pukul 11.18 Wita. Belakangan, polisi memastikan insiden tersebut merupakan dugaan pengeroyokan terhadap seorang anak buah kapal (ABK) Tugboat Mahakam Indah.

Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda Ipda Zaqhi Ur Rahman menjelaskan, saat kejadian Tugboat Mahakam Indah sedang bersiap menuju pangkalan di Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Namun, ketika melintas di perairan Harapan Baru, kapal didatangi sebuah perahu yang ditumpangi empat orang. Mereka kemudian merapat dan naik ke kapal. "Keempat orang tersebut meminta bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kepada kru kapal," ujar Zaqhi, Selasa (30/6).

Advertisement

Permintaan itu ditolak satu ABK. Pasalnya, solar yang berada di kapal merupakan stok operasional. Penolakan tersebut diduga memicu emosi para pelaku.

Menurut Zaqhi, salah seorang pelaku nekat masuk ke ruang mesin sambil berteriak, "Apa saja yang bisa aku ambil?" Korban berusaha mencegah dan meminta pelaku tidak bertindak anarkis.

Bukannya mengurungkan niat, pelaku justru diduga melayangkan pukulan ke arah korban. Situasi semakin memanas ketika tiga rekannya ikut naik ke kapal dan langsung mengeroyok korban.

"Korban dipukul menggunakan tangan kosong. Bahkan, salah seorang pelaku menggunakan dayung hingga patah saat melakukan pemukulan. Akibat kejadian itu korban mengalami luka betis kanan," jelasnya.

Menghadapi empat orang sekaligus, korban tidak mampu memberikan perlawanan, dan hanya berusaha menyelamatkan diri dari amukan para pelaku.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Pelindo Jasa Maritim serap masukan pelanggan di Yogyakarta guna benahi layanan pemanduan & penundaan kapal. Dukung logistik nasional!

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kualitas udara Samarinda memburuk akibat kabut asap karhutla. Dinkes rekomendasikan sekolah menerapkan PJJ pada 15–17 Oktober 2026.

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Dulu, di tepian-tepian Sungai Karang Mumus, di antara lumpur dan tebing bibir sungai kerap didapati binatang antik bernama tempakul.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer