Teror Perompak di Sungai Mahakam Terus Terjadi, Minta Paksa BBM hingga Aniaya Kru Kapal

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aksi brutal di perairan Sungai Mahakam kembali membuat geger. Sebuah video berdurasi 1 menit 4 detik yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan di atas kapal tunda (tugboat) viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Harapan Baru, Senin (29/6) sekitar pukul 11.18 Wita. Belakangan, polisi memastikan insiden tersebut merupakan dugaan pengeroyokan terhadap seorang anak buah kapal (ABK) Tugboat Mahakam Indah.
Baca Juga: Momentum Hari Bhayangkara, Polres Kutim Kenalkan 25 Inovasi Pelayanan Masyarakat
Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda Ipda Zaqhi Ur Rahman menjelaskan, saat kejadian Tugboat Mahakam Indah sedang bersiap menuju pangkalan di Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Namun, ketika melintas di perairan Harapan Baru, kapal didatangi sebuah perahu yang ditumpangi empat orang. Mereka kemudian merapat dan naik ke kapal. "Keempat orang tersebut meminta bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kepada kru kapal," ujar Zaqhi, Selasa (30/6).
Permintaan itu ditolak satu ABK. Pasalnya, solar yang berada di kapal merupakan stok operasional. Penolakan tersebut diduga memicu emosi para pelaku.
Menurut Zaqhi, salah seorang pelaku nekat masuk ke ruang mesin sambil berteriak, "Apa saja yang bisa aku ambil?" Korban berusaha mencegah dan meminta pelaku tidak bertindak anarkis.
Bukannya mengurungkan niat, pelaku justru diduga melayangkan pukulan ke arah korban. Situasi semakin memanas ketika tiga rekannya ikut naik ke kapal dan langsung mengeroyok korban.
"Korban dipukul menggunakan tangan kosong. Bahkan, salah seorang pelaku menggunakan dayung hingga patah saat melakukan pemukulan. Akibat kejadian itu korban mengalami luka betis kanan," jelasnya.
Menghadapi empat orang sekaligus, korban tidak mampu memberikan perlawanan, dan hanya berusaha menyelamatkan diri dari amukan para pelaku.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




