KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah kian serius menekan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan. Salah satu bentuk nyata dari komitmen itu adalah keberadaan Sekolah Rakyat (SRT), yang tak sekadar memberi akses belajar bagi warga kurang mampu, tetapi juga menjadi pintu keluar menuju kehidupan yang lebih layak.
Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf menegaskan hal itu saat berdialog dengan guru dan siswa di SRT 57 dan SRT 58, Jalan Ery Suparjan, Samarinda Utara, Rabu (8/10). Dalam lawatan hari keduanya di Samarinda, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut, SRT merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Jadi tidak hanya sekolah, tidak hanya gedung, atau proses belajar-mengajar. Tapi di balik Sekolah Rakyat ini ada program pengentasan kemiskinan yang terukur dan menyeluruh,” kata Gus Ipul.
Setiap tahun, lanjutnya, pemerintah menargetkan ada keluarga yang berhasil “naik kelas”, menjadi lebih mandiri, dan terbebas dari kemiskinan.
Tak hanya anak yang mendapat pendidikan gratis, orang tua mereka juga diberdayakan melalui program sosial dan bantuan perumahan sesuai program unggulan presiden. “Setelah itu, mereka juga akan menerima bantuan iuran untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Jadi paketnya cukup lengkap,” jelasnya.
Karena itu, Gus Ipul meminta pengawasan ketat di semua lini, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga pendamping sosial. Ia menegaskan, proses rekrutmen siswa harus benar-benar selektif dan terbuka. “Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, atau praktik bayar-membayar. Yang berhak sekolah di sini adalah keluarga tidak mampu,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pembinaan karakter dan disiplin di lingkungan SRT. Ia mengungkapkan, masa pengenalan lingkungan sekolah di SRT bisa berlangsung hingga tiga bulan karena semua hal di sana masih baru, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Untuk itu, TNI dan Polri dilibatkan dalam penguatan kedisiplinan, baik bagi siswa maupun guru. “Guru dan kepala sekolah sudah dibekali, bahkan telah mendapat arahan langsung dari presiden,” ucapnya.
Meski di awal banyak dinamika dan penyesuaian, Gus Ipul optimistis, Sekolah Rakyat akan tumbuh menjadi ruang pendidikan yang penuh empati, kesabaran, dan kasih sayang. “Sekaligus harapan baru bagi keluarga miskin untuk menata hidup lebih baik,” pungkasnya.
Sebagai informasi saat ini di Samarinda ada tiga sekolah rakyat dengan berbagai jenjang SD-SMP-SMA yakni SRT 24 di gedung BPMP Samarinda Seberang, SRT 57 di gedung BPVP Sungai Kunjang dan SRT 58 di gedung SM 16 Samarinda Utara. (*)
Fasilitas Peserta Sekolah Rakyat
⁃ Tempat Tinggal di Asrama
⁃ Seragam Sekolah (alamamter, seragam sekolah harian, PDL, pramuka, batik, baju olahraga, baju laboratorium, dan piyama/total 8 set)
⁃ Makan Tiga Kali Sehari dan Snack 2 Kali Sehari
⁃ Perlengkapan Sekolah
⁃ Dukungan Pembelajaran Digital (penggunaan smart board dan satu siswa satu laptop)
⁃ Pemeriksaan Kesehatan
⁃ Talent Mapping (DNA talent berbasis AI)
⁃ Kompetensi Dasar Akademik
⁃ Penguatan Kedisiplinan
Sumber: Presentasi Menteri Sosial RI (diolah)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra 46