KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Harapan agar wajah infrastruktur Samarinda makin tertata rupanya belum sepenuhnya terwujud.
Upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah justru menghadapi tantangan dari perilaku masyarakat sendiri.
Salah satu contohnya tampak di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, di mana bahu jalan yang baru saja dicor kini berubah fungsi menjadi parkiran kontainer.
Padahal, proyek pemeliharaan jalan itu belum sepenuhnya rampung dan baru mencapai 90 persen.
Situasi ini dikhawatirkan memperpendek umur jalan yang baru dibangun. Beban berat dari kendaraan kontainer dapat merusak struktur beton dan mengganggu fungsi bahu jalan sebagai area darurat.
Kekhawatiran itu diungkapkan Kabid Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, Hariadi Purwatmoko. Ia menyayangkan sikap pengguna jalan yang kerap memanfaatkan bahu jalan sebagai area parkir.
“Bahu jalan itu bukan tempat parkir, apalagi untuk truk besar. Fungsinya untuk keselamatan dan berhenti sementara. Kalau digunakan untuk parkir lama, konstruksinya bisa cepat rusak,” ujarnya, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan, proyek di ruas tersebut menelan anggaran Rp12,6 miliar dari APBD Kaltim.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan rigid beton, peningkatan area genangan, hingga overlay aspal di titik rawan kerusakan. “Progresnya sudah 90 persen, dan ditarget rampung 15 Oktober 2025,” terangnya.
Hariadi memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan pergudangan sekitar jalan tersebut.
Menurutnya, pembiaran hanya akan merugikan semua pihak.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma hasil pekerjaan yang rusak, tapi juga bisa membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Dari pantauan lapangan, sejumlah truk kontainer terlihat berjajar di tepi Jalan Teuku Umar, sebagian di antaranya menempati sisi jalan yang baru saja dicor.
Baca Juga: Pembangunan Asrama Polisi di Jalan Gelatik Capai 71 Persen
DPUPR-Pera Kaltim berharap kesadaran bersama bisa tumbuh, terutama di kalangan pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Kami ingin hasil pembangunan ini bisa bertahan lama dan bermanfaat bagi semua pengguna jalan,” tutup Hariadi. (*)
Editor : Ery Supriyadi