Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Tolak Proyek Drainase Harun Nafsi, Pemkot Samarinda Cari Solusi Baru Cegah Banjir

Denny Saputra • Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:27 WIB

Salah satu alat berat bersiap melakukan penggalian drainase di Jalan Harun Nafsi Kelurahan Rapak sebagai upaya penanganan banjir di kawasan tersebut. (DENNY SAPUTRA/KP)
Salah satu alat berat bersiap melakukan penggalian drainase di Jalan Harun Nafsi Kelurahan Rapak sebagai upaya penanganan banjir di kawasan tersebut. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA-Upaya Pemkot Samarinda mengurangi genangan banjir di kawasan simpang Jalan KH Harun Nafsi–APT Pranoto, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, terus berlanjut. Meski sempat dihadapkan dengan penolakan sebagian warga, proyek ini tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian lapangan agar fungsinya tetap optimal.

Proyek yang dikerjakan melalui APBD murni 2025 ini menelan anggaran sebesar Rp 11,46 miliar. Pekerjaan dimulai pada 19 Mei 2025 dan ditargetkan rampung pada 19 Desember 2025. Fokus utamanya adalah pembangunan drainase beton bertulang untuk mengurangi debit air di sekitar simpang tiga APT Pranoto dan kawasan permukiman di sekitarnya yang kerap terdampak banjir.

PPK proyek tersebut, dari dinas PUPR Samarinda, Khanif Proyo Utomo, menjelaskan proyek ini meliputi pembangunan dua titik crossing di Jalan KH Harun Nafsi, tepatnya di depan Gang Keluarga dan Gang Annur. Namun, karena adanya penolakan warga di Gang Annur, pelaksana memilih memaksimalkan pekerjaan di titik Gang Keluarga.

Baca Juga: Baru Dicor Sudah Disalahgunakan, Jalan Teuku Umar Samarinda Terancam Rusak Sebelum Waktunya

“Pendekatan di lapangan kami lakukan dengan melibatkan Tim WAP dan pihak kelurahan. Untuk pembuatan outlet, kami geser ke sekitar Gang Keluarga agar langsung menuju sungai tanpa melewati tanah warga,” terang Khanif, Jumat (10/10).

Ia menambahkan, penyesuaian lokasi tersebut tidak mengubah desain struktur utama, hanya pergeseran posisi agar fungsi saluran tetap efektif. Dimensi drainase yang dibangun bervariasi, antara lain lebar 2,8 meter dan tinggi 2,2 meter, serta lebar 2 meter dan tinggi 2,2 meter.

Crosing di Gang Keluarga disebut krusial karena menjadi jalur utama aliran air dari kawasan perbukitan di atas gang tersebut menuju sungai Rapak Dalam. Selama ini, air dari wilayah tangkapan di seberang sungai sering meluap ke jalan dan permukiman sekitar simpang APT Pranoto.

Baca Juga: Jika Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, APBD Samarinda 2026 Diprediksi Turun Jadi Rp 3,5 Triliun

“Berdasarkan pengamatan terakhir saat hujan besar Sabtu lalu, saluran baru ini cukup membantu mengurangi genangan di simpang tiga,” terangnya. Khanif juga menyebutkan, untuk arah kiri Jalan Harun Nafsi, rencana penyambungan drainase ke saluran utama provinsi tetap ada.

Namun, realisasinya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Crosing lama sudah tidak layak karena terlalu rendah, membuat aliran air ke sungai tersendat dan sulit dibersihkan secara manual. Karena itu, pembangunan baru ini penting untuk memastikan sistem drainase bisa berfungsi optimal,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#banjir #apt pranoto #APBD 2025 #samarinda