Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gedung Baru Pasar Pagi Samarinda Segera Ditempati, Ini Sederet Saran Para Pedagang

Eko Pralistio • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:08 WIB

Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda segera tuntas. Dalam waktu dekat, para pedagang yang sebelumnya direlokasi ke sejumlah titik akan kembali menempati bangunan baru. (EKO PRALISTIO/KP)
Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda segera tuntas. Dalam waktu dekat, para pedagang yang sebelumnya direlokasi ke sejumlah titik akan kembali menempati bangunan baru. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda segera tuntas. Dalam waktu dekat, para pedagang yang sebelumnya direlokasi ke sejumlah titik akan kembali menempati bangunan baru pasar legendaris di Kota Tepian tersebut.

Menjelang pembukaan, sejumlah pedagang berharap Pemkot Samarinda tidak mengulangi kesalahan teknis penataan yang pernah terjadi di pasar lain. Salah satunya diungkapkan pedagang konveksi, Jufriansyah.

Dia menilai, pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangan atau cluster harus benar-benar dikaji dengan matang. Terutama jika pemisahan antara pedagang grosir dan eceran ditempatkan di lantai berbeda.

Baca Juga: Pemkot Samarinda Tunggu Rekomendasi Kemenhub untuk Atur Lalu Lintas dan Parkir Kawasan Pasar Pagi

“Hidup matinya pasar itu tergantung pada arus uang harian (cash flow) pedagang. Kalau pembeli harus naik turun lantai, bisa-bisa pedagang di lantai atas sepi,” ujarnya, Selasa (14/10).

Jufriansyah mencontohkan, pengalaman serupa pernah terjadi saat pemindahan pedagang di Pasar Segiri. Banyak pedagang yang usahanya justru meredup karena perputaran uang tidak sebaik sebelumnya. “Jangan sampai itu terulang di Pasar Pagi. Jangan sampai terjadi demikian walau menempati bangunan baru yang megah," ungkapnya.

Dirinya berharap kepada Dinas Perdagangan dan UPTD Pasar benar-benar memperhatikan pola arus pengunjung sebelum menetapkan posisi pedagang. “Prinsipnya Flow of People, Flow of Money. Tempatkan pedagang sesuai arus pengunjung agar perputaran ekonomi tetap berjalan,” katanya.

Selain soal penataan lapak, Jufriansyah juga sudah mendengar bahwa pedagang akan dikenakan tarif parkir progresif. Menurutnya, kebijakan parkir progresif untuk pedagang perlu dibedakan dengan pengunjung.

Baca Juga: Pemkot Ingatkan Pedagang Pasar Pagi, Lapak Tidak Boleh Diperjualbelikan

“Pedagang kan seharian di pasar. Kalau tarif parkir progresif diterapkan, jelas memberatkan. Harusnya ada skema khusus atau kartu langganan parkir untuk pedagang,” usulnya.

Dengan jumlah pedagang sekitar 2.000 lapak, lanjut dia, sistem parkir berlangganan justru akan lebih tertib dan transparan. “Setidaknya biayanya bisa pasti setiap bulan, dan tidak disamakan dengan pengunjung tarifnya," pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#pasar pagi #Pedagang Pasar Pagi #samarinda