Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Unmul Gelar Seminar Energi Baru Terbarukan

Denny Saputra • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:47 WIB
Sukardi (kedua kanan), Uri Darma Putera (kedua kiri), dan Fahrizal (kanan) (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
Sukardi (kedua kanan), Uri Darma Putera (kedua kiri), dan Fahrizal (kanan) (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-Isu energi bersih tak lagi sekadar wacana global. Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah konkret menuju transisi energi berkeadilan.

Hal itu akan menjadi tema dalam Seminar Energi Baru Terbarukan (EBT) di Era Zero Net Emission yang akan digelar di Gedung Bundar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul), Senin (27/10).

Kegiatan rencananya dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji itu menghadirkan sejumlah pakar lintas disiplin. Mulai Prof Rinaldi Dalimi, PhD (Universitas Indonesia), Dr Alexander Sonny Keraf, Dr Herman Darnel Ibrahim hingga Dr Surono, pakar kebumian nasional.

Mereka membedah tantangan, potensi, hingga risiko pembangunan EBT salah satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), serta potensi lainnya, hingga arah kebijakan energi baru di Indonesia.

Ketua Panitia Sukardi yang juga Sekretaris Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) Kaltim mengatakan seminar itu menjadi momentum memperkuat sinergi antar sektor.

“Transisi energi bukan cuma soal teknologi. Tapi bagaimana kebijakan, investasi, dan pemahaman publik bisa berjalan seimbang. EBT harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan beban,” tegasnya, dalam kegiatan pra acara, Sabtu (25/10).

Menurutnya, ada empat tujuan utama kegiatan itu, menganalisis potensi dan tantangan pengembangan EBT di Kaltim, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha, serta merumuskan rekomendasi kebijakan energi berkelanjutan yang adil bagi generasi mendatang.

Selain topik PLTN dan dampaknya terhadap lingkungan, seminar juga menyoroti aspek ekonomi, pertanian, hingga kontribusi sektor tersebut terhadap energi terbarukan.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) Kaltim Uri Darma Putera menilai, Kaltim memiliki posisi strategis dalam peta transisi energi nasional.

Dengan kekayaan sumber daya dan kapasitas SDM, Kaltim bisa menjadi laboratorium energi hijau Indonesia.

“Tapi yang terpenting, jangan sampai transisi energi justru meninggalkan rakyat di belakang. Termasuk pemilihan model EBT-nya juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Adapun Sekretaris Kegiatan Fahrizal yang juga ketua IKA Alumni Faperta Unmul menyampaikan seminar itu juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus IKA Faperta Unmul periode 2025–2029.

Peserta acara adalah kalangan akademisi, mahasiswa dan masyarakat. “Acara ini diselenggarakan atas inisiatif KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) bersama Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) Kaltim serta Universitas Mulawarman," pungkasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #transisi energi #Universitas Mulawarman #energi baru dan terbarukan (EBT) #Gubernur Kaltim Rudy Mas ud