SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan pembangunan 10 unit insinerator atau alat pembakar sampah rampung tahun ini. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Ardiansyah memastikan proyek tersebut menggunakan teknologi ramah lingkungan dan menjadi solusi pengurangan timbunan sampah di Samarinda.
“Insinerator sudah jalan, dan kami juga sudah pernah berkunjung ke pembuatnya di Bandung. Sekarang sedang dalam proses pengiriman unitnya ke Samarinda. Titik-titik lokasi pembangunan sedang disiapkan infrastrukturnya,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Ia menilai keberadaan insinerator akan menjadi terobosan dalam pengelolaan sampah. Dengan alat tersebut, sisa residu yang tidak termanfaatkan dapat langsung dimusnahkan tanpa menimbulkan polusi.
“Insinerator yang dibangun di Samarinda ini ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap ke udara yang mengganggu. Kita sudah lihat langsung cara kerjanya,” tegasnya.
Ardiansyah optimistis, jika sepuluh unit insinerator beroperasi penuh, beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Samarinda bisa berkurang hingga 200 ton per hari. Saat ini, produksi sampah kota mencapai sekitar 650 ton per hari.
“Kalau bisa berkurang 100–200 ton per hari, berarti tersisa sedikit. Nanti mungkin jumlah insineratornya bisa kita tambah lagi,” jelasnya.
Bahkan, ia mendorong agar pembangunan insinerator dikombinasikan dengan fasilitas pengolahan di hulu. “Saya usulkan dalam satu kompleks insinerator itu sekalian dibangun TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle). Jadi sampah masuk, dipilah dulu, residunya langsung dibakar. Selesai di situ, tidak perlu ke TPA,” paparnya.
Menurutnya, jika sistem itu berjalan seiring dengan penguatan program bank sampah di masyarakat, maka persoalan sampah di Samarinda dapat terselesaikan dari hulu hingga hilir. “Kuncinya cuma satu, niat dan tekad untuk menjalankan ini dengan konsisten,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki