KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Peredaran uang palsu kembali bikin resah pedagang di Samarinda. Salah satunya dialami Adrik (32), penjual ikan rumahan di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Dia mengaku sudah lebih dari sekali menerima uang palsu dari pembeli yang datang ke lapaknya.
“Kalau pagi kan di sini ramai, jadi saya enggak sempat membuka satu-satu uangnya,” kata Adrik saat ditemui, Selasa (4/11).
Adrik menuturkan, para pelaku memanfaatkan momen ramai di pagi hari ketika dirinya sibuk melayani banyak pembeli. Mereka biasanya datang dengan berpakaian gamis dan memakai masker, kebanyakan perempuan. “Biasanya mereka cepat-cepat taruh uang di keranjang, langsung minta kembalian. Saya enggak sempat periksa uangnya,” ujarnya.
Uang palsu itu baru diketahui setelah istrinya memeriksa hasil jualan di rumah. “Tahunya setelah selesai jualan, dicek sama istri, ternyata ada uang palsu,” jelasnya. Adrik mengaku sudah beberapa kali menjadi korban dengan nominal berbeda, mulai pecahan Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 100 ribu.
Kejadian serupa juga dialami Safat, pedagang lain di kawasan yang sama. Dia mengaku sempat menerima uang Rp 100 ribu palsu yang nyaris tak bisa dibedakan dengan uang asli. “Saking jengkelnya langsung kami bakar aja, Mas, uangnya,” katanya.
Karena kejadian itu, Adrik kini lebih waspada. Dia mulai mendokumentasikan proses transaksi dengan video sebagai langkah antisipasi jika hal serupa terjadi lagi. “Harapannya ya orang sadarlah, kami ini cari uang pakai keringat, capek. Kepada aparat juga, semoga bisa tindak peredaran uang palsu ini. Kalau enggak bisa dihentikan, setidaknya dikurangi,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A