KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sejumlah mahasiswa di Samarinda mendapat ajakan menjadi model busana di Desa Wisata Bali. Namun di balik janji-janji manis itu, tersimpan niat dugaan gelap berupa permintaan foto-foto yang tak pantas.
Sedikitnya sepuluh mahasiswi dari berbagai kampus di Samarinda melapor ke TRC PPA Kaltim. Mereka mengaku dijebak oleh seseorang alumni yang mengatasnamankan bagian dari proyek pemotretan wisata budaya.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun menjelaskan bagaimana modus awal yang dilakukan terduga pelaku. Rata-rata semua korban mendapat pesan serupa, diminta mengirim foto yang memperlihatkan lekuk tubuh.
"Terduga pelaku mengaku sedang mencari model busana untuk di desa wisata. Tapi permintaannya tidak wajar, korban diminta kirim foto pakaian ketat dan aneh, yang dicari yang berhijab," ujar Rina didampingi sejumlah mahasiswi, Kamis (6/11).
Terduga pelaku, lanjut dia, menawarkan sejumlah benefit yang akan diterima mahasiswi. Yang paling menonjol adalah uang Rp 4 juta hingga Rp 25 juta.
Disinggung perihal perkenalan antara mahasiswi dengan pria itu, kata Rina, berawal dari kampus yang sama dan menjadi mahasiswa aktif sebelumnya.
"Mereka di-chat lewat DM Instagram, lalu ke WhatsApp. Korban tidak kenal dengan pria ini, hanya saja satu kampus mereka," tuturnya.
Meski begitu, hanya sebagian mahasiswa yang sempat mengirimkan foto namun masih dalam batas normal. Pria itu pun meminta mengirim ulang dengan memperlihatkan bagian dada sang mahasiswi. Setelah permintaan semakin vulgar, barulah ditolak secara halus oleh mahasiswi.
TRC PPA Kaltim mengimbau untuk waspada modus dugaan penipuan tersebut. Dikhawatirkan, iming-iming pekerjaan model itu berujung ke arah pemerasan.
"Dari hasil penelusuran awal, ini diduga berujung penipuan. Ada korban yang baru diminta kirim foto biasa, tapi ada juga yang sudah diminta kirim foto lebih 'berani',” terang Sudirman, Biro Hukum TRC PPA Kaltim.
Dia menambahkan, modus seperti ini menyasar kelompok muda yang masih mencari pengalaman kerja. “Pelaku memanfaatkan rasa percaya dan semangat korban untuk berkarier. Ini pelajaran penting agar generasi muda lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu indah untuk dipercaya,” pesannya. (*)
Editor : Sukri Sikki