KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mulai menyiapkan berbagai hal menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa jenjang SD dan SMP yang dijadwalkan berlangsung Maret–April 2026 mendatang.
Meski jadwal resmi belum ditetapkan, seluruh sekolah di bawah kewenangan Disdikbud telah melakukan berbagai persiapan, mulai penyediaan perangkat hingga penguatan jaringan internet untuk menunjang ujian berbasis online tersebut.
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadi menegaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan kebijakan nasional yang harus direspons secara siap oleh daerah. Ia menyebut, meski sifatnya tidak wajib, pelaksanaannya tetap penting karena hasil TKA akan menjadi bagian dari lampiran sertifikat kelulusan siswa.
“Walaupun istilahnya tidak wajib, kalau kita telaah sebenarnya sama saja dengan wajib. Karena hasil TKA itu nanti dilampirkan saat anak-anak melanjutkan ke SMP-SMA. Jadi bayangkan kalau tidak ada itu,” jelasnya, dikonfirmasi Minggu (9/11).
Asli menambahkan, ujian ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Ia menyebut TKA hanyalah bentuk evaluasi yang sudah menjadi bagian dari kegiatan belajar di sekolah. “Namanya sekolah, pasti ada ujiannya. Ada ulangan harian, mingguan, bulanan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini hal biasa,” ucapnya.
Soal pelaksanaan teknis, Asli memastikan semua sudah memiliki dasar juknis dan SOP dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Ke). Ia juga menegaskan, tidak ada keharusan untuk melakukan tryout berlebihan seperti pada masa Ujian Nasional dulu.
“Sekarang zaman sudah berubah. Anak-anak bisa belajar dari berbagai sumber, termasuk media sosial. Tryout boleh saja, tapi jangan dijadikan beban,” katanya.
Selain itu, ia memastikan kesiapan infrastruktur di Samarinda. Dari hasil pemantauan, sebagian besar sekolah sudah memiliki sarana pendukung, terutama perangkat komputer dan jaringan internet yang memadai. “Insyaallah sekolah-sekolah kita sudah siap. Tinggal nanti tanggal pastinya ditetapkan. Biasanya memang jenjang SMP duluan,” singkatnya.
Ia pun mengingatkan agar semua pihak, baik guru maupun siswa, menyikapi TKA dengan tenang. Karena ujian itu bukan hal baru, merupakan bagian dari proses belajar. “Jadi hadapi dengan biasa saja, karena tujuannya untuk mengukur kemampuan, bukan untuk menakut-nakuti,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo