KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pameran Kesehatan Samarinda 2025 resmi ditutup. Berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 November 2025 dengan antusiasme masyarakat tinggi. Kegiatan yang mengusung tema “Samarinda Sehat Cegah Stunting: Deteksi Dini Seluruh Keluarga untuk Samarinda Maju”.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda Ismid Kukasih, dalam laporannya menyampaikan, pameran tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkot Samarinda mewujudkan visi Samarinda Sehat Menuju Samarinda Maju.
“Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat lebih dari 6.362 pengunjung hadir. Itu menunjukkan antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat,” ungkap Ismid.
Berbagai program dan layanan kesehatan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), talkshow kesehatan dan stunting, senam massal, hingga cek kesehatan gratis (CKG). “Kami juga menggelar senam yoga ibu hamil, lomba ranking 1 tingkat SMA, fesyen show perilaku hidup bersih dan sehat, serta edukasi dari berbagai organisasi profesi,” jelasnya.
Ismid menambahkan, tahun ini pameran kesehatan untuk pertama kalinya digelar di GOR Segiri, setelah sebelumnya dua tahun terakhir diselenggarakan di pusat perbelanjaan (mal).
“Ternyata animo masyarakat luar biasa. Tempat itu cukup representatif dan bisa menjadi lokasi rutin untuk kegiatan besar seperti pameran kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengapresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara itu merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. “Itu bukan kerja satu OPD saja. Banyak pihak yang berperan, termasuk masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan dan edukasi stunting,” tuturnya.
Pameran kesehatan tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi momentum memperkuat implementasi program prioritas seperti pencegahan stunting dan pelaksanaan germas. “Masa depan Samarinda bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Saefuddin.
Dalam kesempatan itu, Saefuddin juga mengapresiasi peran kader posyandu yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam upaya edukasi kesehatan masyarakat.
“Jumlah kader Posyandu di Samarinda kini mencapai lebih dari 1.600 orang. Semoga ke depan semakin bertambah, agar edukasi dan layanan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ucapnya.
Penutupan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan hiburan. Saefuddin berharap pameran itu dapat menjadi agenda tahunan Diskes Samarinda dan terus berlanjut.
“Sebagai energi untuk terus bergerak bersama mewujudkan keluarga yang sehat menuju Samarinda yang bermartabat,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A