Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Revitalisasi Tiga Sekolah di Samarinda Tunggu Keputusan Wali Kota

Denny Saputra • Senin, 10 November 2025 | 18:05 WIB
MENDESAK: Bangunan SMP 24 di Jalan P Suryanata sudah tak lagi ideal karena kerap jadi langganan banjir hingga lebih dari 1 meter.
MENDESAK: Bangunan SMP 24 di Jalan P Suryanata sudah tak lagi ideal karena kerap jadi langganan banjir hingga lebih dari 1 meter.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda masih menunggu keputusan akhir Wali Kota Samarinda Andi Harun terkait rencana revitalisasi tiga sekolah yang terdampak banjir dan longsor. 

Dari hasil tinjauan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dua sekolah dipastikan tetap berada di lokasi lama, sementara satu lainnya akan dibangun baru.

Sekolah yang tetap di lokasi lama adalah SMP 24 di Jalan P Suryanata dan SMP 27 di Batu Cermin. Keduanya sebelumnya sempat direncadisdikinakan untuk direlokasi. Namun, mempertimbangkan keberatan warga dan lokasi alternatif yang dinilai terlalu jauh, Disdikbud akhirnya meninjau ulang opsi tersebut. Khusus SMP 24, akan diarahkan jadi sekolah terpadu, bergabung dengan SD 013 Samarinda Ulu yang juga rawan banjir.

“Kalau kami pindah SMPN 24 itu kemana? Muridnya 500-an, jangan sampai mereka harus sekolah berkilo-kilo dari rumah. Lahan pemkot di dekat kantor lurah Bukit Pinang memang ada, tapi jauh. Ada juga di sekitar SD 013, tapi posisi tanahnya tidak ideal,” ujar Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, Senin (10/11).

Menurutnya, dari hasil kunjungan lapangan pada minggu pertama November, SMP 24 kemungkinan akan dibangun dengan konsep bangunan bertiang agar bisa sekaligus mengatasi genangan air. Pihaknya akan mengusulkan model terpadu, termasuk SD 013 agar bisa tertangani persoalan banjir. “Penataan desainnya lebih bagus dan efektif,” singkatnya.

Sementara SMPN 27 di Batu Cermin juga masih akan dipertahankan di lokasi lama. Bagian bangunan yang terdampak longsor akan ditata ulang dengan turap dan area halaman baru. “Yang empat ruang rusak itu tidak dipakai lagi. Nanti diturap jadi halaman, sedangkan ruang kelas dibangun dua sampai tiga lantai di sisi lain,” terang Asli.

Adapun SMP 48 akan menjadi satu-satunya sekolah yang benar-benar dibangun baru. Sekolah tersebut sebelumnya menumpang di kompleks bersama SD 004 dan SD 016 Sungai Pinang. Lokasi baru disiapkan di dekat lahan perumahan SKM, Jalan Damanhuri sekitar setengah hektare, cukup untuk pengembangan sekolah mandiri. “Kalau ini perlu dibangun sekolah baru. Karena tidak mungkin satu area 3 sekolah,” tegasnya.

Untuk anggaran, Disdikbud masih menyusun Detail Engineering Design (DED) dalam anggaran perubahan tahun ini. Estimasi awal, pembangunan dua sekolah terpadu diperkirakan menelan biaya di atas Rp 20 miliar, sementara SMP 27 sekitar Rp 15 miliar.

“Besok (hari ini) hasil tinjuan kami paparan ke Pak Wali untuk diputuskan. Prinsipnya, kami ingin perbaikan ini tidak hanya mengganti bangunan, tapi juga menata ulang kawasan agar aman dari banjir dan longsor,” tegasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Disdikbud Samarinda #revitalisasi sekolah terdampak banjir #walikota samarinda andi harun #Asli Nuryadin