Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bansos Non Tunai, Pemkot Gelontorkan Rp1,5 Miliar untuk 1.688 KPM

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 16 November 2025 | 16:10 WIB
DISALURKAN: Pemkot Samarinda meluncurkan penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai 2025 kepada 1.688 keluarga penerima manfaat, Minggu (16/11).
DISALURKAN: Pemkot Samarinda meluncurkan penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai 2025 kepada 1.688 keluarga penerima manfaat, Minggu (16/11).

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan sosial melalui peluncuran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) 2025. Agenda yang berlangsung di Bankaltimtara, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (16/11), menjadi langkah lanjutan pemkot dalam memastikan bantuan bagi warga kurang mampu tersalurkan lebih teratur dan tepat guna.

Sebanyak 1.688 keluarga penerima manfaat (KPM) ditetapkan sebagai penerima bansos non tunai untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember. Masing-masing menerima bantuan Rp 300 ribu per bulan, jumlah keseluruhan Rp 900 ribu dengan total anggaran mencapai Rp 1.519.200.000.

Seluruh bantuan dialirkan melalui kartu Social Security Number (SSN), yang hanya dapat digunakan berbelanja kebutuhan pokok di 51 E-Warong yang tersebar di 10 kecamatan.

Wali Kota Andi Harun menjelaskan, sistem non tunai sengaja diterapkan untuk memperkuat tata kelola bantuan. “Yang kami lakukan hari ini adalah memastikan bantuan itu sampai, tepat sasaran, dan tidak mengalami kebocoran. Karena bagi penerima manfaat, itu adalah hak mereka. Tugas kami mengelolanya dengan baik,” ucapnya, Minggu (16/11).

Penetapan penerima bantuan mengacu pada desil 1 hingga desil 4 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi rujukan Instruksi Presiden Nomor 4/2025. Langkah itu mendukung Instruksi Presiden Nomor 8/2025 mengenai percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan penanganan kantong-kantong kemiskinan.

Keberadaan E-Warong bukan hanya untuk memastikan belanja tetap pada kebutuhan pokok, tetapi juga mendorong ekonomi mikro di lingkungan warga. “Kami tetapkan 51 warung agar bantuan itu dipakai sebagaimana mestinya seperti beras, minyak goreng, telur. Sekaligus perputaran ekonomi UMK tetap bergerak,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, jumlah penerima tahun ini meningkat dari rencana awal yang hanya separuh. “Dari 1.688 KPM yang disalurkan hari ini, sebenarnya rancangan awalnya hanya setengahnya. Kami naikkan dua kali lipat. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat lagi,” jelasnya.

Namun, AH menekankan bahwa bansos hanyalah intervensi sementara. Pemkot terus menjalankan program pemberdayaan, mulai peningkatan ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan rumah layak huni dan air bersih. Semua diarahkan agar warga bisa beranjak dari kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan.

AH berpesan agar bantuan dipergunakan secara bertanggung jawab. “Gunakan bantuan itu sebaik-baiknya. Jadikan sebagai penyemangat untuk menjadi lebih mandiri. Dengan gotong royong, Samarinda pasti semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bantuan sosial (bansos) #non tunai #samarinda