Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Samarinda Terbaik se-Kaltim, Andi Harun Berharap ETPD Bisa Lebih Maksimal di Pendapatan dan Pembelanjaan

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 18 November 2025 | 15:38 WIB
HARUSNYA LEBIH: Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatanganani perjanjian kinerja terhadap target pendapatan daerah perubahan 2025 di Kantor Perwakilan BI Kaltim, Selasa (18/11).
HARUSNYA LEBIH: Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatanganani perjanjian kinerja terhadap target pendapatan daerah perubahan 2025 di Kantor Perwakilan BI Kaltim, Selasa (18/11).



KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pemkot Samarinda kembali mencatatkan capaian positif dalam elektronifikasi transaksi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Evaluasi Pencapaian Target Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun Anggaran 2025, Evaluasi Belanja Daerah Secara Non Tunai, serta Penandatanganan Perjanjian Kinerja terhadap Target Pendapatan Daerah Perubahan 2025, yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda, Selasa (18/11).

Andi menyebut, capaian ETPD Samarinda saat ini menjadi yang terbaik di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan, Samarinda dinominasikan dalam ajang penghargaan Bank Indonesia yang akan digelar pada 28 November mendatang.

Namun, AH menegaskan, capaian itu belum membuat pemkot puas. Beberapa masukan bersifat kritis ke internal, agar ETPD baik di sisi pendapatan maupun belanja bisa dipercepat. Pasalnya, target ideal adalah menyentuh angka 100 persen. “Proses itu sudah berjalan lima tahun. Seharusnya kami sudah berada di atas rata-rata, minimal bisa mendekati 100 persen,” tegasnya, Selasa (18/11).

Menurut Andi Harun, elektronifikasi membawa tiga manfaat utama: meningkatkan efisiensi, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta menjadi instrumen peningkatan pendapatan daerah. “Semakin presisi capaian elektronifikasi, semakin tinggi pendapatan daerah. Ini akan berbanding lurus,” kata Andi Harun.

Karena itu, dia meminta evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik yang masih tertinggal. Bila kendala berasal dari perangkat, perlu pembenahan. Jika hambatan berada di tingkat masyarakat, pemerintah siap mencari solusi. “Yang pasti, Pemkot Samarinda memiliki komitmen penuh untuk mempercepat realisasi 100 persen transaksi berbasis elektronik,” tegasnya.

Dia optimistis capaian ETPD dapat terus meningkat tahun depan, dengan dukungan Bank Indonesia, Bankaltimtara, dan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem elektronifikasi daerah. “Semoga progresnya semakin baik dan tahun depan kita bisa lebih dekat ke 100 persen,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#EPTD #pemerintah #samarinda