Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Darurat Penyakit Tidak Menular, MICTOPH Dorong Sistem Kesehatan Lebih Tanggap

Nasya Rahaya • Jumat, 21 November 2025 | 17:29 WIB
AJANG TAHUNAN: Rektor Unmul, Prof Abdunnur memberikan sambutan dalam kegiatan 4th Mulawarman International Conference on Tropical Public Health (MICTOPH), Kamis (21/11).
AJANG TAHUNAN: Rektor Unmul, Prof Abdunnur memberikan sambutan dalam kegiatan 4th Mulawarman International Conference on Tropical Public Health (MICTOPH), Kamis (21/11).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Beban penyakit tidak menular (Non-Communicable Diseases/NCD) di Kalimantan Timur terus merangkak naik. Tekanan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin, saat mewakili Gubernur membuka 4th Mulawarman International Conference on Tropical Public Health (MICTOPH) secara daring, Kamis (21/11).

Ia menyebut penyakit jantung, kanker, dan diabetes menjadi tiga jenis NCD yang menunjukkan peningkatan paling masif di Kaltim. “Kita butuh sistem kesehatan yang responsif, berorientasi pencegahan, dan berbasis riset ilmiah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Konferensi tahunan yang digelar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman itu mengusung tema bertajuk: Strengthening Health Systems for NCD Prevention in Achieving SDGs. Sistem kesehatan yang kuat dinilai menjadi kunci untuk menahan laju NCD yang kini menjadi ancaman utama kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah tropis.

Dalam kegiatan itu, Rektor Unmul, Prof Abdunnur, menegaskan MICTOPH merupakan forum strategis yang mendorong riset unggulan dan inovasi kesehatan tropis. “Perguruan tinggi punya peran besar mengisi ruang kolaborasi internasional, terutama dalam isu prioritas seperti NCD,” tuturnya.

Dekan FKM Unmul, Prof Iwan M. Ramdan, menambahkan perlunya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam pencegahan NCD. Pendekatan promotif–preventif disebut sebagai langkah paling efektif dan berkelanjutan.

Konferensi menghadirkan enam pakar kesehatan dari Indonesia, Malaysia, dan Australia. Mereka membahas pemanfaatan data kesehatan, digital health, implementasi kebijakan, serta peran industri dalam kesehatan kerja.

Kegiatan ini diikuti 512 peserta dari dalam dan luar negeri, mulai mahasiswa hingga tenaga kesehatan, sektor industri, dan peneliti. Kehadiran peserta multisektor dianggap menunjukkan besarnya perhatian global terhadap isu NCD. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#diabetes #UNMUL #sistem kesehatan #penyakit tidak menular #darurat #Universitas Mulawarman #jantung #kanker #kalimantan timur