KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kubur jenazah seorang remaja berinisial RA (14), warga Loa Janan Ilir, pada Jumat pagi (21/11). Langkah ini dilakukan karena remaja tersebut diduga meninggal dalam kondisi tidak wajar.
Autopsi langsung dilakukan setelah jenazah diangkat. dr Kristina Uli Gultom, dokter forensik yang pernah menjabat sebagai Kepala Instalasi Forensik RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, turut menangani pemeriksaan tersebut.
“Hasil sementara nanti disampaikan ke penyidik saja. Autopsi sudah selesai, laki-laki, anak-anak. Ada beberapa sampel yang dibawa untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Kristina.
Ketika ditanya berapa lama hasil lengkap autopsi bisa diketahui, ia memperkirakan waktu sekitar dua pekan. “Kemungkinan dua minggu lah ya,” jelasnya.
Kristina juga menjelaskan kondisi jenazah saat ekshumasi dilakukan. “Sebagian besar sudah lisis, jaringan lunaknya. Tulang-tulang dan persendiannya juga banyak yang lepas karena proses pembusukan,” terang dia.
Saat ini, proses penyelidikan masih berjalan dan polisi menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian RA. (*)
Editor : Sukri Sikki