Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Brida Kaltim Perluas Kolaborasi Riset, Dorong Skema Pendanaan Bersama

Denny Saputra • Jumat, 28 November 2025 | 18:14 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim Fitriansyah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim Fitriansyah.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya memperkuat ekosistem riset di Kaltim terus digenjot. Meski banyak tantangan dihadapi, seperti keterbatasan anggaran riset dari pemerintah pusat, hingga daerah, terlebih imbang pemangkasan anggaran dari pusat.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim Fitriansyah menegaskan bahwa kolaborasi akan diperluas lebih luas untuk menutup dampak efisiensi anggaran yang tengah dialami lembaganya.

Langkah ini penting agar kegiatan litbang dan inovasi di daerah tetap berjalan, meski dukungan anggaran murni dari pemerintah tidak bisa diandalkan sepenuhnya. “Berbagai cara diupayakan untuk memperluas riset,” ucapnya dikonfirmasi, Jumat (28/11).

Menurutnya, Brida Kaltim sudah menjalin kemitraan dengan berbagai kampus, baik dalam maupun luar negeri, termasuk membuka ruang kerja sama dengan perusahaan. Sumber pendanaan alternatif menjadi kunci.

“Perusahaan punya R&D (reasearch dan development), CSR (corporate social responsibility), dan TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) yang bisa diarahkan untuk riset,” jelasnya.

Bahkan dirinya mendapat laporan, bahwa ada beberapa perusahaan tambang sudah memiliki laboratorium biokultur didukung juga potensi SDM iptek. Skemanya bisa join funding. “Dana pemda digabung dengan kontribusi perusahaan,” terangnya.

Model kerja sama serupa juga mulai diterapkan bersama perguruan tinggi. Pendekatan pendanaan bersama ini, kata Fitriansyah, jauh lebih realistis dibanding hanya mengandalkan pos anggaran Brida Kaltim.

Sebab satu judul penelitian saja dapat memerlukan biaya besar, terutama untuk pengambilan sampel di lapangan. “Satu kali sampling itu sudah makan biaya perjalanan. Dan tidak selalu cukup satu kali. Pernah penelitian logam tanah jarang di Kecamatn Muara Wahau, Kutim, penelitinya sampai melapor kehabisan logistik sehingga harus pulang,” ujarnya.

Dengan memperluas kolaborasi dan membuka ruang pendanaan dari berbagai pihak, Pemprov berharap riset di Kaltim tidak stagnan. Brida menargetkan ekosistem ini mampu melahirkan lebih banyak periset dan memperkuat daya saing daerah dalam jangka panjang. “Kami terus berupaya menjalin kerja sama dan berinovasi agar bisa terus melakukan riset untuk kemajuan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BRIDA Kaltim #dana #anggaran #dukungan #kaltim #riset