Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diskumi Kurasi Sejumlah Produk UKM Samarinda untuk Perluas Promosi

Denny Saputra • Jumat, 5 Desember 2025 | 13:23 WIB

Jusmaramdhana Alus (tengah) memberikan apresiasi kepada salah satu pengusaha UKM atas konsistensi dalam memasarkan produk asli Samarinda dalam agenda Kopi ANDI di kantor Diskumi Samarinda.
Jusmaramdhana Alus (tengah) memberikan apresiasi kepada salah satu pengusaha UKM atas konsistensi dalam memasarkan produk asli Samarinda dalam agenda Kopi ANDI di kantor Diskumi Samarinda.
 

 

SAMARINDA - Diskumi Samarinda kembali membuka peluang pasar nasional bagi pelaku UKM lewat agenda “Kopi ANDI: Sharing dan Penerimaan UKM Baru dalam Aksi PRORinda”, Jumat (5/12). Pertemuan ini menghadirkan puluhan pelaku usaha binaan yang selama dua tahun terakhir aktif mengikuti promosi di Sarinah. Program tahun ini difokuskan pada kurasi ulang agar lebih banyak produk Samarinda dapat menembus etalase ritel nasional tersebut.

Agenda berlangsung dinamis dengan banyak masukan dari pelaku usaha yang ingin memperluas kapasitas produksinya. Diskumi juga menjelaskan kembali teknis promosi dan distribusi yang akan dilakukan tahun depan. “Hari ini kami melaksanakan pertemuan dengan para pelaku UKM Samarinda yang sudah aktif promosi di Sarinah maupun lokasi lainnya,” kata Kepala Diskumi Samarinda, Jusmaramdhana Alus.

Ia menegaskan bahwa Sarinah tetap menjadi pintu utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Produk UKM Samarinda telah dipasarkan di Sarinah pusat, TMII, hingga PIK dengan respons yang stabil. “Kenapa Sarinah? Karena hampir dua tahun ini kami menjembatani UKM di sana dan hasilnya sangat positif,” ujarnya.

Target tahun ini adalah meningkatkan jumlah produk yang lolos kurasi dari sekitar 42 item menjadi lebih dari 70. Peningkatan jumlah produk dinilai realistis setelah melihat perkembangan kualitas dan kesiapan pelaku usaha. “Kami ingin membawa lebih banyak produk Samarinda agar dikenal tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi ke seluruh kota di Indonesia,” ucapnya.

Kurasi meliputi legalitas, kemasan, rasa, hingga ketahanan produk minimal enam bulan. Persyaratan daya tahan dianggap penting karena distribusi ke Jakarta dan kota lain memerlukan waktu panjang. “NIB itu wajib, dan produk tidak bisa hanya bertahan dua atau tiga bulan kalau ingin dipasarkan secara nasional,” tegasnya.

Dalam dua tahun berjalan, hampir semua produk yang dikirim ke Sarinah habis terjual. Distribusi dilakukan hampir setiap bulan dengan volume yang meningkat seiring permintaan. “Alhamdulillah, hampir tidak ada produk yang kembali ke Samarinda,” ujarnya.

Diskumi juga menegaskan siap mendampingi UKM mulai dari pelatihan hingga fasilitasi promosi. Pendampingan dilakukan agar setiap pelaku usaha bisa memenuhi standar kurasi dengan cepat. “Kami jemput bola dan ingin menjadi bagian dari perjalanan pelaku usaha itu sendiri,” imbuhnya.

Permintaan tambahan stok kerap muncul tiba-tiba, sehingga UKM harus menjaga kesiapan produksi. Mekanisme pengiriman juga dibuat fleksibel agar produk tidak sampai kehabisan di etalase. “Satu kali pengiriman saja untuk dua varian rasa bisa minimal 100 pcs dan kalau menjelang habis kami langsung lengkapi,” tutupnya. (*)

 

Editor : Sukri Sikki
#produk ukm #diskumi samarinda #ritel #distribusi #ukm