Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dissos Tangani Empat Anak yang Dieksploitasi di Jalan Harun Nafsi: Diproses Masuk Sekolah Rakyat  

Denny Saputra • Minggu, 7 Desember 2025 | 12:26 WIB

 

Beberapa anak diduga korban eksploitasi orang tuanya ketika dibawa tim Satpol PP ke Dissos PM Samarinda, beberapa waktu lalu
Beberapa anak diduga korban eksploitasi orang tuanya ketika dibawa tim Satpol PP ke Dissos PM Samarinda, beberapa waktu lalu
 

 

SAMARINDA - Temuan empat anak yang dipekerjakan orangtuanya untuk meminta-minta di simpang Jalan Harun Nafsi-Jalan APT Pranoto, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, telah ditangani Dinas Sosial Samarinda, Kamis (5/12/2025).

Setelah diamankan Satpol PP, anak-anak tersebut dipulangkan sementara ke orang tuanya dan langsung masuk proses asesmen. Pendamping sosial di tingkat kelurahan–kecamatan turut membantu verifikasi awal lewat jejaring pilar-pilar sosial.

Plt Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos PM) Samarinda Hendra Irwansyah mengatakan pemeriksaan data kependudukan dan kondisi keluarga sudah dilakukan. Ia menyebut seluruh anggota keluarga telah didatangi untuk memastikan akurasi identitas dan klasifikasi kesejahteraan.

“Ini masih berproses. Cek NIK sudah, validasi juga dibantu pilar sosial melalui musyawarah kelurahan agar tepat sasaran,” ujarnya, dikonfirmasi Minggu (7/12).

Menurutnya, seluruh anak yang ditemukan dalam kondisi putus sekolah. “Rencana kami, anak-anak ini akan kami asesmen dulu untuk melihat kecocokan masuk ke Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Hendra menjelaskan komunikasi dengan pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 di BPVP Samarinda telah dilakukan. Bahkan kepala sekolah menyatakan mereka layak diterima, tinggal menunggu kesediaan orang tuanya. Ia menegaskan tujuan utama adalah memastikan anak-anak tidak terus terputus dari pendidikan. “Kami tekankan jangan sampai putus sekolah. Ini yang kami prioritaskan,” jelasnya.

Dari sisi bantuan sosial, keluarga tersebut juga sedang diverifikasi. Hendra menyebut data desil keluarga menunjukkan mereka masuk kategori layak menerima bantuan, namun proses administrasi tetap harus dilalui. “NIK sudah dicek. Ini lagi on process. Kalau memang memenuhi syarat, nanti akan dibantu lewat mekanisme muskel dan skema bantuan yang ada di Dissos,” terangnya.

Ia memastikan koordinasi juga dilakukan dengan TKSK dan pendamping PKH untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih bantuan. Hendra menegaskan bahwa praktik mempekerjakan anak di jalanan tidak dibenarkan.

Ia berharap setelah asesmen selesai, anak-anak dapat masuk pada pembukaan semester berikutnya. “Tetapi ini perlu komitmen orang tua. Pendamping sosial sudah ke rumah, membantu proses pendekatan, dan dorongan dari keluarga agar anaknya mau melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Dengan asesmen yang sedang berjalan, Dinsos menargetkan keputusan rujukan pendidikan dan bantuan sosial keluarga dapat ditetapkan dalam waktu dekat. “Kami berharap proses ini dapat memutus praktik eksploitasi anak dan mengembalikan hak dasar mereka untuk tumbuh, belajar, dan terlindungi,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#eksploitasi anak #satpol pp #Sekolah Rakyat #dinas sosial