Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dispar Kaltim Dorong Sektor Kuliner Majukan Pariwisata Daerah, Sebut Jadi Identitas Lokal

Denny Saputra • Senin, 8 Desember 2025 | 17:56 WIB
Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi.
Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim menilai pengembangan gastronomi sebagai strategi penting untuk memperkuat daya tarik desa wisata. Pendekatan ini dianggap mampu memberikan nilai tambah pada destinasi, bukan hanya dari sisi visual, tetapi juga dari pengalaman kuliner yang menyimpan cerita dan identitas lokal.

Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi menyebut tantangan utama pelaku wisata saat ini adalah kemampuan mengemas kuliner dengan narasi yang kuat. “Wisata tidak cukup hanya spot Instagramable, orang ingin tahu sejarah makanan di sini,” ujarnya, Senin (8/12).

Ririn mencontohkan Gami Bawis dari Bontang sebagai kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain. Ikan bawis yang menjadi bahan utama hidangan tersebut hanya ditemukan di perairan Bontang. Keunikan itu, menurutnya, dapat menjadi modal untuk membangun identitas kuliner yang melekat pada destinasi.

Ia menilai kekayaan lokal seperti ini perlu dikembangkan secara serius agar mampu menjadi diferensiasi yang menonjol. “Ini khas, dan daerah lain tidak punya,” tambahnya.

Contoh lain terlihat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Desa dengan potensi pertanian besar ini selama ini hanya memasarkan produk segar seperti kangkung dan selada.

Dispar Kaltim mendorong agar produk tersebut diolah menjadi kuliner bernilai tambah, misalnya keripik sayur dengan standar gizi dan kemasan yang layak pasar.

Menurut Ririn, kerja sama dengan tim pengolahan hasil pertanian Universitas Mulawarman dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas produk turunan. “Teman-teman Unmul bantu soal packaging dan nilai gizinya,” terangnya.

Ia menekankan bahwa inovasi menjadi kunci dalam penguatan kuliner desa wisata. Banyak pelaku, kata Ririn, masih menjual menu yang sama dengan yang ditawarkan pasar pada umumnya. Padahal, peluang eksplorasi masih luas.

Ia mencontohkan ikan patin yang selama ini cuma dibakar atau dipindang, namun sebenarnya bisa dikembangkan menjadi hidangan lain seperti Rabuk Patin yang memiliki cita rasa kuat dan karakter baru. “Makanan bukan cuma soal rasa, tapi tentang pengalaman utuh yang dibangun melalui kuliner lokal,” ucapnya.

Ririn menegaskan bahwa desa wisata memiliki peluang besar menjadikan kuliner sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan karakter daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Jika potensi pangan lokal dikembangkan dengan inovasi dan standar yang baik, maka kuliner dapat menjadi kekuatan utama dalam memperluas daya tarik wisata. “Kuncinya di pengolahan yang kreatif dan terstandar, itu yang membuat desa wisata bisa naik kelas,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dinas pariwisata #Dispar Kaltim #Identitas Lokal #kaltim #kuliner #pariwisata