Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pembangunan TPS Insinerator Samarinda Digenjot, Polder Air Hitam Jadi Lokasi Tercepat Rampung

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:57 WIB
TERCEPAT: Lokasi insinerator Folder Air Hitam diproyeksikan menjadi titik tercepat menyelesaikan instalasi insinerator di Samarinda. HAFIZ/KP
TERCEPAT: Lokasi insinerator Folder Air Hitam diproyeksikan menjadi titik tercepat menyelesaikan instalasi insinerator di Samarinda. HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Progres pembangunan 10 Tempat Pengolahan Sampah (TPS) insinerator di Samarinda terus bergerak. Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan pengerjaan di sejumlah titik berjalan simultan, dengan Polder Air Hitam menjadi lokasi yang diproyeksikan paling cepat selesai.

Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso menjelaskan, progres terkini menunjukkan titik Lempake telah mencapai sekitar 60 persen. Sementara titik lainnya Polder Air Hitam, Jalan Nusyirwan Ismail (Sungai Kunjang) dua unit, Jalan Wanyi, Lempake, masing-masing tengah dalam tahap perakitan. “Ada lima titik tapi total enam insinerator. Sekarang masih tahap perakitan-perakitan. Yang tercepat itu di Folder Air Hitam,” ujarnya, Senin (8/12).

Pembangunan unit insinerator bersifat dinamis, mengingat komponen mesin datang dalam kondisi terpisah dan harus dirakit secara bertahap. Karena itu, selain pembangunan fisik, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. “Mesin itu datang terpisah-pisah, jadi harus dijaga. Pengelola dan sekuriti harus siap karena barang-barang ini punya risiko,” tambahnya.

Terkait tenaga pengelola, DLH memastikan proses rekrutmen melibatkan kecamatan yang menjadi lokasi insinerator. Artinya, SDM direkrut dari wilayah yang memiliki TPS insinerator, sementara proses seleksi tetap berada di bawah DLH Samarinda.

“Rekrutmennya dari kecamatan yang punya insinerator, karena tidak semua kecamatan dapat. Nanti seleksinya dilakukan DLH,” kata Suwarso.

Vendor proyek juga tengah mempersiapkan pelatihan khusus bagi tenaga yang akan ditempatkan. Pelatihan tersebut mencakup keterampilan teknis pengoperasian mesin pembakaran sampah, keamanan operasional, hingga keselamatan kerja. “Karena itu berisiko, harus ada pelatihan khusus dari vendor. Baik soal pengelolaan pembakaran, keamanan, sampai keselamatan kerjanya,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#samarinda #insinerator