SAMARINDA - Berbagai upaya dilakukan pemerintah mengatasi masalah stunting, salah satunya, menyalurkan bantuan dari Program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada warga Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (17/12). Bantuan tersebut berasal dari mitra Genting setempat, mulai dari perorangan, pelaku usaha, anggota DPRD Samarinda, hingga Baznas Samarinda.
Bantuan yang disalurkan berupa dukungan nutrisi bagi sasaran program Genting. Total penerima sebanyak 92 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui usia 0–6 bulan, serta baduta atau anak usia 0–23 bulan. Bantuan uang dari para donatur dikonversi dalam bentuk pemenuhan gizi untuk memastikan pemanfaatannya tepat sasaran.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani menjelaskan program Genting merupakan salah satu quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Program ini dikolaborasikan dengan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan menjadi prioritas utama DPPKB.
“Program Genting menjadi terobosan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh lintas sektor atau pentahelix, termasuk dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan masyarakat luas,” jelasnya.
Ia menyebut, Kota Samarinda memiliki lebih dari 290 ribu keluarga berisiko stunting yang membutuhkan dukungan bersama. Bantuan Genting diberikan melalui dua pendekatan, yakni bantuan nutrisi dan non-nutrisi. Untuk bantuan nutrisi, sasaran akan menerima dukungan selama 90 hari berturut-turut tanpa jeda bagi tiga kelompok utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.
Tahun ini, target penerima Genting di Samarinda sebanyak 1.331 keluarga dengan sasaran mencapai 2.461 orang. Namun masih terdapat selisih sekitar 700 sasaran yang perlu dipenuhi hingga 2026. “Data terbaru pendataan keluarga juga berpotensi menambah jumlah sasaran,” terangnya.
Ke depan, DPPKB akan memperluas intervensi non-nutrisi, meliputi pembangunan jamban, penyediaan air bersih, dan perbaikan rumah layak huni. Menurut Deasy, tiga aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan penurunan angka stunting. “Kalau ini tidak terpenuhi, target penurunan stunting hingga 18 persen, bahkan 14 persen pada 2030, akan sulit tercapai. Makanya kami akan berkoordinasi dengan lintas OPD untuk memenuhi target itu,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang turut menyerahkan bantuan menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan para donatur. Ia berharap bantuan ini menjadi pemantik kepedulian masyarakat dalam mencegah stunting.
“Di Samarinda Seberang, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Ini penting agar anak-anak kita tumbuh sehat dan masa depannya lebih cerah,” singkatnya.
Editor : Muhammad Ridhuan