Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Evaluasi RKAP 2026, Wali Kota Minta Perumda Varia Niaga Tekan Biaya dan Naikkan Target Laba

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 21 Desember 2025 | 16:28 WIB
Wali Kota Samarinda-Andi Harun
Wali Kota Samarinda-Andi Harun

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan pendalaman sekaligus evaluasi terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga, khususnya terkait paparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Dalam evaluasi tersebut, Andi Harun menekankan pentingnya pengendalian biaya operasional yang harus dihitung secara cermat dan berbasis Return on Equity (ROE). Menurutnya, peningkatan biaya operasional tidak boleh terjadi apabila pertumbuhan pendapatan atau laba perusahaan tidak signifikan.

“Kalau pendapatan atau laba tidak meningkat secara signifikan, cost operasional tidak boleh naik. Karena kalau cost naik sementara pendapatan stagnan, laba pasti tidak akan bertambah,” tegas Andi Harun.

Kenaikan biaya operasional hanya dapat dibenarkan apabila disertai ekspansi usaha atau corporate action yang mampu memberikan kontribusi laba signifikan bagi perusahaan. Sebab, ekspansi usaha yang sehat lazimnya memang diiringi peningkatan biaya operasional, namun tetap berdampak positif pada laba.

Selain itu, Andi Harun meminta jajaran direksi Perumda Varia Niaga lebih optimistis dalam mempercepat pemulihan dan peningkatan kesehatan perusahaan.

Dia mengingatkan agar perusahaan tidak terjebak pada model usaha dengan margin kecil, sementara biaya operasional cenderung meningkat. “Cost operasional boleh naik, tapi harus disertai restrukturisasi modal. Itu menjadi tantangan bagi direksi untuk memilih jenis usaha dengan margin menengah hingga besar,” ujarnya.

Pemanfaatan aset daerah melalui peningkatan produktivitas usaha, serta potensi kerja sama dengan pihak ketiga, juga dinilai menjadi kunci mendorong pertumbuhan laba Perumda Varia Niaga ke depan.

Wali Kota menyampaikan, secara umum RKAP 2026 yang diajukan dinilai positif dari perspektif akuntansi dan neraca perusahaan. Catatan utama yang diberikan adalah perlunya menekan biaya operasional yang tidak diimbangi dengan pilihan model bisnis ber-margin kecil, serta mengarahkan usaha ke sektor dengan margin menengah dan tinggi.

“Kami mengapresiasi pengurus dan dewan pengawas Varia Niaga yang telah berhasil membawa perusahaan melewati masa krisis keuangan, sejak masih bernama Perusda Aneka Usaha hingga kini menunjukkan ekspansi yang cukup positif,” kata Andi Harun.

Sebagai catatan akhir, Pemkot Samarinda memberikan peringatan agar pendapatan dan laba Perumda Varia Niaga tidak mengalami stagnasi akibat ketergantungan pada utang. Oleh karena itu, perusahaan diminta segera menyusun target pelunasan utang, khususnya utang jangka panjang, secara bertahap.

Di sisi lain, wali kota juga meminta agar target pendapatan Perumda Varia Niaga dalam RKAP 2026 direvisi naik sekitar 10 persen. “Perusahaan itu harus bekerja dengan target. Target pendapatan harus dinaikkan agar kinerjanya lebih progresif,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#efisiensi #perumda #samarinda #laba #Varia Niaga