Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

RSUD IA Moeis Samarinda Mulai Layani Operasi Kraniotomi, Kapasitas Bedah Saraf Diperluas

Denny Saputra • Minggu, 21 Desember 2025 | 18:29 WIB
MAKIN BAIK: RSUD IA Moeis terus meningkatkan pelayanan, salah satunya operasi kraniotomi.
MAKIN BAIK: RSUD IA Moeis terus meningkatkan pelayanan, salah satunya operasi kraniotomi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda resmi mulai melayani operasi kraniotomi.

Layanan ini menandai peningkatan signifikan kapasitas rumah sakit daerah dalam menangani kasus bedah saraf. Selama ini, pasien dengan kebutuhan serupa umumnya harus dirujuk ke rumah sakit lainnya.

Operasi kraniotomi pertama tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/12) oleh dokter spesialis bedah saraf RSUD IA Moeis, dr Ramdhan Gautama Sp BS. Tindakan ini menjadi langkah awal penguatan layanan medis rujukan di Samarinda, khususnya untuk kasus-kasus yang membutuhkan penanganan saraf tingkat lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismid Kusasih, menjelaskan bahwa layanan operasi kraniotomi baru dapat dilakukan karena ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung yang kini telah terpenuhi.

Menurutnya, sebelumnya rumah sakit belum memiliki dokter spesialis bedah saraf serta alat kesehatan yang memadai. “Ini operasi kraniotomi pertama, karena dokter spesialis bedah saraf sudah menyelesaikan pendidikan dan sarana pendukung alat kesehatan juga sudah tersedia,” ujarnya, dikonfirmasi Minggu (21/12).

Dengan kesiapan tersebut, RSUD IA Moeis tidak hanya berhenti pada satu jenis tindakan bedah saraf. Dinas Kesehatan memastikan pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap, seiring peningkatan kompetensi dan pengalaman tim medis.

“Operasi bedah saraf akan mulai dikembangkan dari tahapan operasi dasar hingga ke tahapan operasi yang lebih kompleks,” ujarnya.

Terkait kondisi pasien, dr Ismid menyampaikan bahwa operasi berjalan lancar dan pasien dalam keadaan stabil. Saat ini pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU untuk pemulihan pascaoperasi, sementara identitas pasien tidak dapat disampaikan demi menjaga kerahasiaan medis. “Pasien stabil dan sedang dalam masa pemulihan di ruang ICU RS,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan layanan bedah saraf ini diharapkan dapat mengurangi beban rujukan pasien ke rumah sakit di luar Samarinda. Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, langkah ini juga memberi efisiensi waktu penanganan bagi pasien dengan kondisi darurat.

Ke depan, Pemerintah Kota Samarinda menargetkan RSUD IA Moeis terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan. Rumah sakit ini ditargetkan naik dari kompetensi madya menuju kompetensi utama dalam beberapa tahun ke depan.

“RSUD IA Moeis akan terus dikembangkan, dari kompetensi madya yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan menuju kompetensi utama pada 2027–2028,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kraniotomi merupakan tindakan bedah saraf dengan membuka sebagian tulang tengkorak untuk memberikan akses langsung ke otak. Prosedur ini dilakukan untuk menangani berbagai kondisi, seperti tumor, perdarahan, pembekuan darah, infeksi, hingga cedera kepala, dengan tujuan mengurangi tekanan di dalam kepala dan memperbaiki struktur otak yang terdampak.

Setelah tindakan selesai, tulang tengkorak yang dibuka akan dipasang kembali dan difiksasi menggunakan perangkat khusus. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#operasi kraniotomi #RSUD IA Moeis #bedah saraf