Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Peredaran Narkotika di Kaltim Kian Kompleks, Ini Deretan Upaya yang Sudah Dijalankan BNN Kaltim

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 29 Desember 2025 | 20:01 WIB
TERUS DITEKAN: Kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim masih cukup banyak.
TERUS DITEKAN: Kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim masih cukup banyak.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur masih menjadi ancaman serius seiring posisi geografis daerah yang strategis dan terbuka.

Sepanjang 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti sabu mencapai hampir 42 kilogram.

Capaian tersebut disampaikan Kepala BNN Kalimantan Timur Brigjen Pol Rudi Hartono, dalam press release akhir tahun 2025 yang digelar di Samarinda, Senin (29/12). “Kami bersyukur, tahun ini cukup menggembirakan karena perkembangan kinerja, pengungkapan, serta dukungan terhadap P4GN semakin kuat, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun masyarakat,” ujarnya, Senin (29/12).

Sejak berdiri pada 2010, BNN Kaltim telah berupaya menjalankan berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkotika. Namun, tantangan peredaran narkotika yang semakin masif dan kompleks masih menjadi pekerjaan besar. Meski dengan keterbatasan anggaran, personel, dan sarana, BNN tetap berupaya bekerja maksimal.

Dalam tiga tahun terakhir, tes urine sebagai langkah deteksi dini terus dilakukan secara konsisten. Pada 2023, sebanyak 115 kegiatan dilakukan terhadap 12.527 orang dengan hasil 112 orang positif narkotika.

Tahun 2024 meningkat menjadi 159 kegiatan dengan 18.790 orang diperiksa dan 155 orang terindikasi positif. Sementara pada 2025, tercatat 116 kegiatan tes urine terhadap 15.720 orang, dengan 176 orang dinyatakan positif.

 Baca Juga: Bansos Beras untuk 7.107 KK di Kubar Disorot, Pendataan Kampung Dinilai Belum Maksimal

Selain deteksi dini, upaya pencegahan berbasis edukasi juga diperluas. Kegiatan sosialisasi menjangkau 115.044 orang pada 2023, meningkat menjadi 124.598 orang pada 2024, dan hingga 2025 telah menjangkau 65.865 orang.

Di bidang rehabilitasi, layanan pemulihan bagi penyalahguna narkotika terus diperkuat. Pada 2023, rehabilitasi rawat jalan menjangkau 304 klien dan rawat inap 145 klien. Tahun 2024 tercatat 242 klien rawat jalan dan 131 klien rawat inap. Sedangkan pada 2025, layanan rehabilitasi mencakup 179 klien rawat jalan dan 145 klien rawat inap.

Sementara itu, di bidang pemberantasan, meski jumlah berkas perkara menurun, barang bukti justru melonjak tajam. Pada 2023 tercatat 55 berkas perkara dengan barang bukti sabu 1.136 gram, ganja 7.801 gram, dan 51 butir ekstasi.

Tahun 2024, terdapat 50 berkas perkara dengan barang bukti sabu 3.903,8 gram dan ganja 14.238,45 gram. Pada 2025, jumlah perkara turun menjadi 39 berkas dengan 36 tersangka, namun barang bukti melonjak menjadi sabu 42.420,32 gram, ganja 1.861 gram, dan 684 butir ekstasi.

“Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengungkapan sabu tahun ini naik hingga sekitar 1.650 persen. Ini capaian besar, meski di sisi lain juga menjadi keprihatinan karena berarti peredaran masih terjadi,” kata Rudi.

Dari sisi penanganan kasus, jumlah tindak lanjut tersangka tercatat 86 orang pada 2023, meningkat menjadi 104 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 126 orang pada 2025. Proses hukum lanjutan tercatat 22 kasus pada 2023, 19 kasus pada 2024, dan 20 kasus pada 2025.

Untuk memperkuat ketahanan masyarakat, sepanjang 2025 BNNP Kaltim membentuk tujuh Desa dan Kelurahan Bersinar yang tersebar di Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat, Agen Pemulihan, serta pemetaan wilayah rawan narkotika. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bnn kaltim #2025 #kinerja