SAMARINDA - Rencana operasional Gedung Pasar Pagi Samarinda memasuki tahap krusial setelah perubahan skema pintu masuk dan keluar kawasan memicu pembahasan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di tingkat nasional. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memastikan perubahan tersebut berdampak langsung pada penilaian teknis lalu lintas kawasan pusat kota.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengikuti rapat andalalin yang digelar Direktorat Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Forum tersebut dihadiri lintas instansi, mulai dari Direktorat Lalin Kemenhub, BPTD Kaltim, Dishub Kaltim, Dishub Samarinda, hingga pemrakarsa dari Dinas PUPR Samarinda.
“Jadi saat ini kami mengikuti rapat andalalin di tingkat nasional. Ini karena terjadi perubahan rencana pintu masuk dan keluar Gedung Pasar Pagi,” ungkapnya, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, dalam pembahasan sebelumnya pada 2025, Dishub Samarinda sempat merencanakan akses masuk dan keluar melalui Jalan Temenggung, samping Masjid Raya Darussalam. Namun dalam perkembangan desain, skema tersebut berubah sehingga akses kendaraan roda empat dan angkutan barang dialihkan ke Jalan Gajah Mada, sementara kendaraan roda dua diarahkan melalui Jalan Jenderal Sudirman.
Perubahan akses itu membuat kewenangan penilaian andalalin tidak lagi berada di daerah. “Karena status Jalan Gajah Mada adalah jalan nasional, maka andalalin kita arahkan ke Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Manalu menambahkan, perubahan ini berimplikasi pada kinerja ruas jalan dan simpang di sekitar kawasan Pasar Pagi. Dengan beroperasinya gedung baru, dipastikan terjadi peningkatan volume lalu lintas dan potensi konflik kendaraan, terutama di jam sibuk.
Salah satu simpang yang terdampak adalah simpang tiga masjid Raya Darussalam. Untuk itu, Dishub telah menyiapkan langkah penanganan berupa pelebaran dan perbaikan geometrik simpang guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Dengan hadirnya gedung Pasar Pagi, kinerja ruas dan simpang pasti berubah. Itu yang menjadi fokus dalam pembahasan andalalin,” tegasnya.
Ia menegaskan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan dari penilaian Direktorat Lalin Kemenhub akan menjadi dasar penataan lalu lintas kawasan Pasar Pagi saat gedung mulai beroperasi penuh.
“Kami harap setelah rapat ini sejumlah rekomendasi disetujui, sehingga bisa mulai dilengkapi,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan