Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tujuh Insinerator di Samarinda Rampung: DLH dan TWAP Bekali Operator Lewat Pelatihan Teknis

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:51 WIB

 

DLH Kota Samarinda bersama TWAP menggelar pelatihan teknis operasional mesin insinerator bagi calon operator, di Kantor Camat Samarinda Ulu, Jumat (9/1).   
DLH Kota Samarinda bersama TWAP menggelar pelatihan teknis operasional mesin insinerator bagi calon operator, di Kantor Camat Samarinda Ulu, Jumat (9/1).  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pembangunan dan instalasi unit mesin insinerator di Kota Samarinda terus menunjukkan progres signifikan. Dari total sepuluh unit insinerator yang tersebar di sembilan titik, sebanyak tujuh unit telah rampung 100 persen.

Sementara tiga unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir. Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Syaparuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi insinerator pada Rabu (7/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), PPK dan Bina Marga Kota Samarinda. “Secara umum, pembangunan insinerator sudah masuk masa finishing. Tujuh insinerator sudah selesai dibangun, tersisa tiga unit lagi yang masih berproses. Totalnya sembilan titik dengan sepuluh unit insinerator,” ujar Syaparuddin, Jumat (9/1).

Sejumlah pekerjaan pendukung masih perlu dilengkapi, seperti sambungan listrik dan air PDAM. Pasokan air menjadi bagian penting dalam operasional insinerator karena sistem pengolahan asap menggunakan bak air agar emisi tidak menimbulkan polusi udara.

Selain itu, TWAP juga menyoroti persoalan akses jalan menuju beberapa lokasi insinerator. Di beberapa titik, jarak dari jalan utama menuju lokasi mencapai 200 hingga 400 meter, seperti di Kelurahan Tani Aman, Baqa, dan sekitar Stadion di Kelurahan Simpang Pasir.

“Ada akses jalan yang lebarnya cukup, sekitar 7 sampai 10 meter, tapi kondisinya masih tanah dan becek. Untuk jangka pendek, kami sarankan dilakukan pengerasan jalan menggunakan batu agar kendaraan pengangkut sampah bisa masuk tanpa hambatan,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, akses jalan tersebut direncanakan akan dilakukan pengecoran. Namun hal itu menyesuaikan dengan kondisi keuangan Pemerintah Kota Samarinda. Sementara ini, pengerasan jalan dinilai sudah cukup agar insinerator dapat segera difungsikan.

“Kalau akses ini sudah bisa dilewati, maka insinerator sudah bisa menerima sampah dan beroperasi,” tambahnya.

Sebelum dioperasikan secara penuh, tenaga operator di masing-masing insinerator terlebih dahulu dibekali pelatihan teknis. Pada Jumat (9/1), DLH Kota Samarinda bersama TWAP menggelar sosialisasi dan Pelatihan Teknis Operasional Mesin Insinerator di Kantor Camat Samarinda Ulu.

Pelatihan tersebut dihadiri para calon pekerja operator serta pemilik perusahaan penyedia insinerator. Tujuannya, memastikan seluruh operator memahami prosedur kerja mesin agar pengelolaan sampah berjalan optimal dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.

“Insinerator harus bekerja dengan baik. Tidak boleh ada sampah yang tertinggal di sekitar lokasi karena bisa menimbulkan bau dan berdampak buruk bagi lingkungan,” tegas Syaparuddin.

TWAP juga telah mengarahkan Dinas PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, untuk mendata kebutuhan akses jalan di setiap lokasi insinerator. Data tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda sebagai bahan pengambilan kebijakan lanjutan.

“Yang penting saat ini, jangka pendek bisa dilewati kendaraan pengangkut sampah. Setelah itu baru kita pikirkan pembangunan permanennya,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kota Samarinda #TWAP #DLH #Syaparuddin #pupr #insenerator