Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cek Ini! Kuota Sekolah Rakyat di Samarinda Masih Belum Terpenuhi, Pemkot Prioritaskan Keluarga Tak Mampu

Denny Saputra • Senin, 12 Januari 2026 | 19:59 WIB
Arif Surochman (FOTO DENNY SAPUTRA)
Arif Surochman (FOTO DENNY SAPUTRA)

KALTIMPOST.ID-Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos PM) memastikan proses penerimaan siswa sekolah rakyat (SR) masih berjalan, seiring dimulainya operasional sekolah rintisan di sejumlah lokasi.

Hingga saat ini, kuota siswa di beberapa jenjang pendidikan disebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Kepala Dissos PM Samarinda Arif Surochman menjelaskan saat ini terdapat dua lokasi sekolah rintisan yang menampung siswa sekolah rakyat terintegrasi (SRT).

Di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) yakni SRT 24, jumlah siswa tercatat sebanyak 96 orang.

Sementara di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yakni SRT 57. Total siswa terdiri dari 45 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 22 siswa SMA.

“Secara teknis, proses mobilisasi siswa langsung ditangani oleh Kementerian Sosial. Anak-anaknya sendiri sudah mulai masuk sekolah sekarang,” ujarnya.

Ia menyebut, standar SR diterapkan secara nasional dan seragam di seluruh daerah. Dissos Samarinda berperan dalam pendataan dan penyiapan siswa.

Khususnya dari keluarga kurang mampu, sebelum nantinya dipusatkan ke bangunan SR yang saat ini sedang dibangun.

“Kita punya dua sekolah rintisan. Nanti setelah bangunan Sekolah Rakyat ini selesai, anak-anak akan bergeser ke lokasi baru,” jelasnya.

Terkait kemungkinan penerimaan siswa baru, termasuk anak jalanan yang ditemukan di kawasan Jalan APT Pranoto, Kecamatan Loa Janan Ilir beberapa waktu lalu, Arif memastikan peluang tersebut tetap terbuka. Terutama untuk memenuhi kuota yang belum terisi.

“Sampai sekarang masih ada kuota yang belum terpenuhi. Di BPVP untuk SD baru 45 dari 50, masih ada lima. Kalau ada anak yang berminat dan memenuhi syarat, bisa kita arahkan masuk SR,” terangnya.

Ia menegaskan, upaya pencarian siswa terus dilakukan bersama Disdikbud, relawan, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dengan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kadang yang jadi kendala itu justru pertimbangan orang tua. Padahal sekolah ini luar biasa fasilitasnya mulai dari boarding school (asrama), dengan fasilitas lengkap dan kurikulum yang dirancang sangat baik,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah memberikan jaminan penuh kepada siswa SR. Dimulai tempat tinggal, makan, pakaian luar dan dalam, semuanya disiapkan pemerintah.

“Syarat utamanya memang untuk warga miskin agar meningkat taraf hidupnya lewat pendidikan dan jaminan yang diberikan pemerintah,” pungkasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #Keluarga tak mampu #Sekolah Rakyat #Presiden Prabowo 2025 #Wali Kota Samarinda Andi Harun #Kutai Barat