Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Begini Perjalanan Sarung Samarinda yang Masuk 10 Besar Nasional, Wakili Samarinda di Anugerah PWI Pusat

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 13 Januari 2026 | 08:34 WIB
IDENTITAS: Sarung Samarinda, warisan budaya khas Kota Tepian yang diusulkan dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. (Ilustrasi)
IDENTITAS: Sarung Samarinda, warisan budaya khas Kota Tepian yang diusulkan dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. (Ilustrasi)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Puncak Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan menjadi ajang apresiasi bergengsi bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Wali Kota Samarinda Andi Harun akan hadir langsung dalam tahapan akhir Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kota Tepian tersebut sekaligus untuk mempresentasikan Sarung Samarinda yang menjadi karya budaya unggulan dalam ajang nasional tersebut.

Andi Harun mengatakan, presentasi tidak dapat diwakilkan karena menjadi bagian penting dalam rangkaian penilaian akhir. Saat ini, Kota Samarinda telah masuk dalam 10 besar nominasi dan berada di posisi kedua nasional.

“Itu menyangkut Sarung Samarinda. Saya sudah tanyakan ke staf, memang tidak bisa diwakilkan. Kita masuk 10 besar dan berada di urutan kedua. Mudah-mudahan pada presentasi terakhir nanti hasilnya sesuai harapan,” ujar Andi Harun, Rabu (7/1).

Penganugerahan ini bukan tentang penghargaan kepada kepala daerah secara personal, melainkan pengakuan terhadap Sarung Samarinda sebagai warisan budaya daerah. “Bukan soal saya yang mendapat penghargaan. Yang terpenting Sarung Samarinda mendapatkan pengakuan nasional. Kalau sudah diakui sebagai pusaka nasional, bukan tidak mungkin ke depan bisa meningkat menjadi pengakuan internasional melalui UNESCO,” tegasnya.

Pemkot Samarinda telah menyiapkan narasi dan perjalanan kebijakan budaya secara komprehensif, mulai pelestarian hingga penguatan ekosistem Sarung Samarinda agar tetap hidup dan berkelanjutan. “Kami optimistis, karena narasi dan upaya perjalanan Sarung Samarinda menuju pengakuan sebagai pusaka nasional sudah kita siapkan dengan baik,” kata Andi Harun.

AH juga menekankan bahwa Sarung Samarinda bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas Samairnda  yang masih hidup hingga saat ini, dan relevan untuk masa depan. “Samarinda bukan hanya cerita masa lalu. Sarung Samarinda adalah identitas kota hari ini dan ke depan. Karena itu pemerintah kota memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin,” ungkapnya.

Pemkot Samarinda berharap, melalui ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Sarung Samarinda dapat memperoleh pengakuan resmi sebagai pusaka nasional, sekaligus menjadi pintu masuk menuju pengakuan budaya di tingkat internasional. (*)

Editor : Dwi Restu A
#sarung Samarinda #pwi #warisan